JAKARTA, CEKLISSATU - Metabolisme adalah serangkaian proses kimia yang terjadi di dalam tubuh untuk mengubah makanan menjadi energi. Proses ini sangat vital untuk menjaga fungsi organ, pertumbuhan sel, dan aktivitas sehari-hari.
Metabolisme tubuh yang baik merupakan kunci agar tubuh tetap bugar dan sehat.
Namun tanpa disadari, ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang diam-diam memperlambat kerja metabolisme.
Dampak dari metabolisme tubuh yang buruk tidak hanya terbatas pada masalah berat badan.
Baca Juga: Ancaman Kesehatan Mental di Era Digital, Screen Time Maksimal 3 Jam
Kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes tipe 2, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan sindrom metabolik.
Selain itu, fungsi metabolisme yang terganggu dapat memengaruhi keseimbangan hormon, menyebabkan peradangan dalam tubuh, dan menurunkan sistem kekebalan tubuh.
Akibatnya, tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan proses penyembuhan tubuh melambat. Penting untuk menyadari bahwa metabolisme yang lambat bukanlah takdir, melainkan kondisi yang dapat diperbaiki dengan perubahan gaya hidup yang tepat.
Baca Juga: Disandingkan dengan Ginseng, Ini Keajaiban Tanaman Kelor untuk Manusia
Berikut ini kebiasaan yang harus dihindari jika tidak inigin metabolisme tubuh menjadi buruk.
1. Makan dengan porsi sedikit
Meskipun terdengar efektif untuk menurunkan berat badan, makan dalam porsi yang terlalu kecil justru dapat memperlambat metabolisme. Ketika tubuh merasa kekurangan energi, ia akan memasuki mode "hemat energi" atau starvation mode.
Kondisi ini membuat tubuh memperlambat proses pembakaran kalori untuk mempertahankan fungsi vital. Hal ini dapat menyebabkan tubuh membakar lebih sedikit kalori, menyimpan lebih banyak lemak, dan mempersulit penurunan berat badan.
2. Kurang asupan protein
Protein tidak hanya penting untuk pembentukan otot, tapi juga memiliki efek termik yang tinggi. Tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk mencernanya dibandingkan dengan karbohidrat atau lemak.
Kekurangan protein dapat menurunkan tingkat metabolisme dan menyebabkan hilangnya massa otot, yang berperan penting dalam membakar kalori saat istirahat.
3. Terlalu banyak duduk
Gaya hidup sedentary juga menjadi kebiasaan sederhana yang buat metabolisme tubuh buruk. Kurangnya pergerakan membuat tubuh membakar lebih sedikit kalori, menurunkan sensitivitas insulin, dan berkontribusi terhadap peningkatan lemak visceral (lemak dalam rongga perut yang berbahaya).
Aktivitas fisik membantu sel tubuh merespons insulin dengan baik. Kurangnya pergerakan bisa menyebabkan resistensi insulin, meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
4. Tidak melakukan olahraga otot
Otot membakar lebih banyak kalori dibandingkan lemak, bahkan saat tubuh sedang istirahat. Tidak melakukan latihan kekuatan seperti angkat beban atau latihan resistance akan membuat massa otot menurun.
Secara langsung, kondisi ini akan menurunkan laju metabolisme basal atau jumlah kalori yang dibakar tubuh saat istirahat.
5. Kurang tidur
Kurang tidur berdampak buruk terhadap hormon-hormon yang mengatur metabolisme, seperti leptin dan ghrelin. Kurang tidur membuat leptin yakni hormon yang memberi sinyal kenyang menurun, sementara ghrelin yang memberi sinyal lapar meningkat.
Kurang tidur juga meningkatkan hormon kortisol, yang dapat merangsang penyimpanan lemak dan menurunkan efektivitas insulin.
6. Stres
Stres kronis menyebabkan peningkatan kadar kortisol, hormon yang memengaruhi nafsu makan dan penyimpanan lemak. Kadar kortisol tinggi dalam jangka panjang dapat menyebabkan penumpukan lemak, terutama di bagian perut, dan menurunkan efisiensi metabolisme.
Stres sering memicu emotional eating yang dapat menambah asupan kalori berlebih yang tidak dibutuhkan tubuh, sehingga memicu penambahan berat badan dan penumpukan lemak.
Comment