JAKARTA, CEKLISSATU – Berbicara di depan ibu-ibu tentara Rusia, Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan, perang di Ukraina dapat dihindari jika gejolak kudeta 2014, yang juga dikenal sebagai kudeta Maidan bisa dihindari.
 
Kudeta Maidan mengakibatkan kendali langsung Barat atas institusi Ukraina, melalui neo-Nazi yang terang-terangan, yang tidak punya pilihan selain ditentang oleh Rusia. 
 
Kudeta Maidan 2014 telah menggulingkan Presiden Viktor Yanukovych, pemimpin Ukraina yang pro-Rusia. 
 
"Pada pergantian abad, orang Rusia diberi tahu bahwa semuanya akan baik-baik saja jika mereka menerima kendali di luar, dan mulai bermain di lapangan orang lain. Orang luar yang berusaha mengendalikan Rusia, yang menciptakan situasi saat ini, termasuk di zona operasi militer khusus,” ujar Putin seperti dikutip Russia Today, Minggu 27 November 2022.

Baca Juga : PBB Desak Perbaiki Kehancuran Ukraina, Ini Jawaban Rusia
 
Tanpa menyebut Barat secara khusus, Putin mengatakan bahwa orang luar juga memiliki pengaruh yang signifikan di Ukraina, tetapi setelah 2014 mereka memperoleh kendali penuh atas negara itu. 
 
AS "membidani" protes Maidan, sebagaimana disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Victoria Nuland, yang mengakibatkan kaum nasionalis Ukraina merebut kekuasaan pada Februari 2014. 
 
Dia berargumen, bahwa banyak orang Ukraina yang menentang mereka. Bahkan tidak mengerti apa yang mereka lakukan atau menyadari bahwa mereka digunakan sebagai pion orang lain. 
 
“Mereka memainkan permainan orang lain, tetapi kami harus berjuang untuk kepentingan kami, untuk rakyat kami, untuk negara kami. Dan itulah yang kami lakukan,” ucap Putin yang juga mantan Agen KGB ini.
 
Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari setelah kegagalan Kiev untuk mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberikan status khusus wilayah Donetsk dan Luhansk di dalam negara Ukraina. 
 
Namun, Kiev menegaskan invasi Rusia sama sekali tidak beralasan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS