SURIAH, CEKLISSATU - 31 orang tewas dalam serangan udara Turki ke pangkalan militan Kurdi di Suriah utara. Berdasarkan laporan pemantau perang yang berbasis di Inggris Serangan tersebut menghantam Provinsi Raqa, Hassakeh, dan Aleppo.

Melansir dari AFP, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan dari serangan itu menewaskan 18 anggota Pasukan Demokratik Suriah, 12 anggota militer Suriah, dan satu orang jurnalis dari total 25 serangan yang dilakukan Turki.

Sementara itu, pemerintah otonom Kurdi di timur laut Suriah juga melaporkan bahwa korban tewas mencapai 29 orang, terdiri dari 11 warga sipil, 15 anggota militer Suriah, dua penjaga silo, dan satu pejuang Kurdi.

Turki melakukan serangan di dua desa lainnya yang dihuni oleh pengungsi internal di Suriah utara pada Sabtu 19 November 2022. Hal itu disampaikan oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

Kepala SDF, Mazloum Abdi, menuliskan via Twitter bahwa serangan Turki mengancam seluruh wilayah.

"Pengeboman ini tidak menguntungkan pihak mana pun. Kami melakukan segala upaya untuk menghindari bencana besar. Jika perang meletus, semua akan terpengaruh," ujarnya, dikutip dari laman Miami Herald.

Baca Juga : Gempa Cianjur  Tewaskan 46 Orang 

Dalam sebuah pernyataan sesudahnya, SDF juga bersumpah untuk mempertahankan wilayah mereka dari serangan Turki. "Kami akan merespons secara efektif dan efisien pada waktu dan tempat yang tepat," katanya.

Turki juga mengatakan telah melakukan serangan udara terhadap pangkalan militan Kurdi di Suriah utara dan Irak yang digunakan untuk melancarkan serangan di Turki pada Minggu 20 November 2022.

Serangan yang menggunakan nama sandi Operasi Claw-Sword, dilakukan sebagai aksi balas dendam atas ledakan yang menghantam Istanbul pada 13 November lalu. Serangan tersebut mengakibatkan tewasnya enam orang dan 81 orang lainnya luka-luka.