BOGOR, CEKLISSATU - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, akhirnya angkat bicara mengenai aksi sekelompok budayawan yang menolak rencana pembangunan di lahan yang masuk dalam Kawasan Cagar Budaya, Kamis (13/11/2025).


‎Dedie menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tetap membuka ruang bagi setiap aspirasi masyarakat, termasuk dari para budayawan. Namun ia mengingatkan bahwa dialog harus dilakukan secara proporsional dan sesuai dengan nilai-nilai kebogoran.

‎"Aspirasi boleh saja. Tentu Pemerintah Kota Bogor juga tidak ingin gegabah, semuanya tetap diperhitungkan," ujarnya kepada wartawan, Jum'at 14 November 2025.

Baca Juga: Dari Prasasti ke Museum: Langkah Fadli Zon Menjadikan Batutulis Jantung Budaya Bogor

‎Menurutnya, keterlibatan pemerintah dalam pengaturan lahan justru memberikan ruang untuk memastikan adanya penataan yang lebih baik.

‎‎Sebelumnya, kata Dedie, lahan tersebut sepenuhnya berada dalam penguasaan pemilik. Namun kini, pemerintah memiliki kesempatan untuk mengatur pemanfaatannya agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.