Saat aksi damai berlangsung Juliana, menegaskan bahwa aksi tersebut bukan bentuk penolakan terhadap pemerintah, melainkan dukungan agar program MBG tetap berjalan sesuai tujuan awal dan memberi manfaat bagi masyarakat.

"Yang pertama kami mendukung penuh Presiden Prabowo Subianto dalam melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis. Kami juga meminta pimpinan BGN yang baru kembali berpedoman pada Inpres serta juklak dan juknis yang sudah ditetapkan," ujar Juliana.

Selain itu, massa mendesak agar persoalan dapur MBG di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) segera dituntaskan. Menurutnya, masyarakat di daerah tersebut justru menjadi kelompok yang paling membutuhkan program pemenuhan gizi.

Dalam tuntutannya, peserta aksi juga meminta Presiden melakukan pembenahan internal BGN dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Mereka berharap pergantian pimpinan BGN tidak hanya berhenti pada pergantian jabatan, tetapi juga disertai perbaikan tata kelola.

Baca Juga: MBG Dongkrak Kepuasan Publik, Pengamat: Buat Payung Hukum Khusus dan Perketat Tata Kelola dan Pengawasan

Juliana menilai selama ini sejumlah kebijakan BGN belum melibatkan para mitra, termasuk yayasan, pelaku UMKM, petani, dan peternak yang menjadi bagian dari ekosistem MBG.

"Kami ingin dilibatkan dalam penyusunan kebijakan. Berikan kami kesempatan menyampaikan masukan agar keputusan yang diambil bisa diterima semua pihak dan tidak menjadi kendala di lapangan," katanya.

Ia menambahkan, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi anak, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat kecil melalui keterlibatan pelaku usaha lokal.