"Dan pemilih yang terpilih sekarang itu yang dibilang perusahaan bodong itu, PT Sitra Konstruksi itu mengajukan nilai sebesar Rp14 koma sekian miliar," beber Aditya.

Baca Juga: Dari Montir Jadi Pedagang Bendera Musiman, Atep Koswara Gantungkan Rezeki di Bulan Agustus

"Nah, maka dari itu kita berharap adanya
klarifikasi ataupun penyelesaian terkait data tersebut," jelas Aditya.

Soal tuntutan yang disampaikan di depan Balai Kota Bogor, Aditya menyatakan bahwa di balai kota yang mengontrol semua instansi Kota Bogor untuk menjadi lebih baik.

IMG_20250807_201919.webp
DEMO: Sejumlah orang yang mengatasnamakan Pemuda Prakarya Anti Korupsi menggelar aksi unjuk rasa, di depan kantor Dinas PUPR Kota Bogor, Kamis (07/08/2025). FOTO: M. AGUNG/CEKLISSATU.COM

"Intinya dari aksi ini, kami meminta dan menuntut beberapa instansi yang kita masukkan itu, kita tuntut itu. Kepada Disdik, PUPR, Disnaker untuk memberikan transparansi terkait pembangunan SD dan SMP di Cimahpar," tegas Aditya.

"Nanti akan ada aksi lanjutan. Setelah ini, kami akan memberikan surat aksi kembali ke Polresta Bogor Kota," pungkas Aditya.