BOGOR, CEKLISSATU - Para pedagang bendera musiman mulai memenuhi jalan-jalan di Kota Bogor jelang HUT ke-80 RI.
Salah satunya Atep Koswara, pedagang bendera musiman asal Garut yang mengaku, selama puluhan tahun pengalamannya berjualan bendera di Kota Bogor baru kali ini merasakan penurunan omzet.
Atep mengatakan, bersama beberapa rekannya dia mulai berjualan bendera di Jalan Raya Pajajaran Kota Bogor sejak tanggal 28 Juli 2025 lalu.
Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Ekspresi Boleh, Tapi Merah Putih Harus Tetap Berkibar Paling Tinggi
"Saya mulai berjualan bendera musiman sudah puluhan tahun, dan jika sudah lewat bulan Agustus, saya kembali ke kampung halaman," bebernya kepada ceklissatu.com, Rabu (6/8/2025).
Menurut Atep, Bendera Merah Putih yang ia jual itu berasal dari kampung halamannya di Garut, Jawa Barat, lebih tepatnya di kawasan Kampung Leles yang di kenal sebagai Kampung Bendera.
Di kampung asalnya, Atep mengaku seorang montir dan memiliki bengkel mobil di rumahnya, karena melihat keuntungan hasil berjualan bendera cukup menjanjikan dan omsetnya cukup besar, sehingga ia bersama rekannya rela menjadi pedagang bendera musiman.
Baca Juga: Heboh Bendera One Piece Terpasang di Gor Laga Satria Cibinong, Begini Penjelasan Dispora
"Sehari bisa menghasilkan sekitar Rp500ribu, kalau untuk pendapatan tahun kemarin dalam waktu sebulan penghasilan kotornya bisa mencapai Rp50 juta. Untuk harga bendera mulai dari Rp20.000 hingga Rp100 ribu," jelasnya.
Namun, tahun ini situasinya berbeda. Menurut Atep, penjualan terasa lebih sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia menduga masyarakat kini lebih banyak membeli secara online.
"Yang saya rasakan, penjualan sekarang lebih sepi. Tapi Alhamdulillah, masih ada saja pembeli. Biasanya dari warga yang melintas, pengurus RT/RW, karang taruna, toko-toko, sampai perusahaan," ujarnya.
Baca Juga: Kirab Bendera Pusaka Sambut HUT Ke-80 Kemerdekaan RI, Camat Nanggung Beberkan Ini
Meski demikian, Atep tetap semangat menjalani profesinya sebagai pedagang bendera musiman.
Bendera yang tidak habis terjual akan ia simpan untuk dijual kembali tahun depan.
"Setelah bulan Agustus selesai, saya kembali jadi montir di Garut. Bendera yang belum laku disimpan saja untuk tahun depan," tutupnya.
Comment