KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COMMadrasah Diniyah Tarbiyatul Athfal di Kampung Cianten, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, kini difungsikan sebagai posko darurat bagi warga terdampak gempa bumi.

Berdasarkan data yang dihimpun, sedikitnya 127 rumah dan dua musala mengalami kerusakan akibat guncangan gempa yang melanda wilayah tersebut. 

Informasi itu disampaikan oleh anggota BPD Desa Purasari, Dadi Suryadi, pada Senin (22/9/2025).

Baca Juga: 128 Bangunan Terdampak Gempa di Desa Purasari Kabupaten Bogor, Warga Masih Trauma Usai 27 Kali Guncangan

"Yang terdampak rumah rusak 127, dan dua mushola," ungkap Dadi Suryadi kepada ceklissatu.com.

Senada, disampaikan Kapolsek Leuwiliang, Kompol Maryanto saat meninjau lokasi bencana. Ia memastikan tidak ada korban jiwa, namun gempa susulan membuat warga memilih mengungsi.

Posko Korban Gempa Leuwiliang 2.webp
POSKO DARURAT: Madrasah Diniyah Tarbiyatul Athfal di Kampung Cianten, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, kini difungsikan sebagai posko darurat bagi warga terdampak gempa bumi. FOTO: DIDIN KHAERUDIN/CEKLISSATU.COM

"127 rumah, satu rusak berat, dan korban jiwa nihil. Karena adanya gempa susulan, warga enggan menempati rumahnya dan mendirikan tenda di beberapa titik," jelas Kompol Maryanto.

Baca Juga: Gempa Susulan Kembali Guncang Kabupaten Bogor, Warga Pamijahan dan Leuwiliang Mengungsi

Sejumlah tenda darurat kini didirikan di sekitar posko dan area terbuka desa. Warga masih membutuhkan bantuan logistik, selimut, serta obat-obatan untuk bertahan di pengungsian.