“Ini kawasan konservasi, jadi setiap kegiatan harus memperhatikan kelestarian lingkungan. Semua bangunan bersifat sementara dan tidak merusak kawasan,” tegasnya.

Sementara itu, Managing Director PT Mitra Natura Raya (MNR), Marga Anggrianto, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari penguatan fungsi edukasi Kebun Raya Bogor yang selama ini dikenal memiliki lima fungsi utama, yakni konservasi, riset, edukasi, wisata, dan jasa lingkungan.

“Kami ingin menambahkan nilai edukasi budaya di samping edukasi lingkungan yang selama ini menjadi ciri khas Kebun Raya. Budaya Sunda menjadi tema pertama yang kami angkat,” kata Marga.

Selama penyelenggaraan Kultura Sunda Ngariung, pengunjung dapat menikmati berbagai atraksi budaya seperti pertunjukan wayang golek, pameran kerajinan khas Sunda, batik Sunda, hingga kuliner tradisional. Seluruh area dirancang dengan arsitektur bernuansa Sunda untuk menghadirkan pengalaman seolah berada di sebuah kampung Sunda.

Baca Juga: Perdana di 2026, Sunset di Kebun Raya Bogor Padukan Musik, Alam dan Kampanye Konservasi

“Orang yang datang ke sini akan merasakan atmosfer kampung Sunda secara alami. Experience itu yang ingin kami hadirkan sebagai bagian dari promosi budaya Sunda,” ujarnya.

Menariknya, pengunjung tidak perlu membeli tiket tambahan untuk menikmati seluruh rangkaian program tersebut. Cukup dengan tiket masuk Kebun Raya Bogor, seluruh wahana dan aktivitas budaya dapat diakses secara gratis.

Marga menambahkan, program ini juga menjadi strategi untuk menarik wisatawan selama musim liburan sekolah tanpa mengabaikan fungsi edukasi dan konservasi yang menjadi identitas Kebun Raya Bogor.