KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU -- Pemkab Bogor belum lama ini telah meresmikan Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor di Kecamatan Tajurhalang.

Selain menyiapkan tenaga kerja terlatih yang dibutuhkan industri, BLK juga menjadi salah satu upaya Pemkab Bogor menekan angka pengangguran.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Sastra Winara mengatakan, dengan dibangunnya BLK mengajak generasi muda agar memanfaatkan tempat tersebut sebagai bekal masa depan.

"Mari buat anak-anak muda kita ini tempatnya sudah disediakan, silakan segera melakukan pelatihan. Agar setelah lulus sekolah maupun kuliah bisa langsung bekerja," ungkap Sastra Winara kepada wartawan.

Baca Juga: BLK Disnaker Kabupaten Bogor Fokus Siapkan Tenaga Kerja Terlatih yang Dibutuhkan Industri

Untuk diketahui, peserta yang dilatih di BLK akan menjalani pelatihan selama 30 hari. Sastra Winara berharap hal itu bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat, khususnya anak-anak muda.

"Tentu kami di DPRD mendukung para siswa yang mau belajar di BLK. Siswa ini berkelompok latihannya. Jadi hari ini 20 orang per kelompok, setiap hari ada lima kelompok. Artinya ada ratusan orang nantinya," jelasnya.

"Mudah-mudahan ke depan bisa ditingkatkan lagi supaya bisa segera menyerap balai kerja," tambah Sastra Winara.

Sebelumnya, Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, Pemkab Bogor dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) akan berkolaborasi, apa yang dibutuhkan oleh dunia kerja hari ini, maka melalui Balai Latihan Kerja kita akan siapkan tenaga kerja terlatih.

Baca Juga: Ketua DPRD Sastra Winara Apresiasi Pemkab Bogor Percepat Pemberian Sertifikat kepada Warga Terdampak Bencana

“Anak-anak muda kita persiapkan agar menjadi tenaga kerja terlatih sesuai dengan yang dibutuhkan oleh beberapa sektor-sektor industri hari ini,” jelas Rudy Susmanto.

Rudy Susmanto mengungkapkan, pelatihan yang reguler berjalan di BLK, per satu angkatan 20 orang, dilaksanakan setiap hari, dan 20 orang itu per dua minggu. 

Maka per bulan bisa 40 orang, jadi dalam satu tahun kurang lebih sekitar 500 orang tenaga kerja terlatih yang kita siapkan.
 
“Syaratnya hanya butuh KTP, KK, ijazah terakhir, dan semuanya gratis diberikan pelatihan oleh Pemkab Bogor melalui Dinas Tenaga Kerja,” ungkap Rudy Susmanto.

Baca Juga: Pemkab Bogor Raih Opini WTP, Wakil Ketua DPRD Junaidi Samsudin: Tanda Keseriusan Tata Kelola Pemerintahan

Rudy Susmanto melanjutkan, selain pelatihannya gratis, kemudian diberikan uang saku, namun kuotanya terbatas. 

"Kami akan berupaya untuk memaksimalkan infrastruktur yang ada agar dapat mengakomodir lebih banyak peserta pelatihan setiap bulannya," jelasnya.

Sementara itu, terkait jenis pelatihannya, Rudy menyebutkan, mulai dari otomotif, ada las listrik, tapi lasnya juga bukan hanya di daratan, ada las bawah air, lalu ada furniture, semua kurang lebih ada 15 item pelatihan, termasuk kelas digital untuk desain.

“Tentunya 15 item pelatihan tersebut menyesuaikan dengan ketersediaan infrastruktur yang ada,” ujarnya.

Baca Juga: Ketua DPRD Sastra Winara Dorong Pemkab Bogor Perbaiki Sekolah Rusak dan Tingkatkan Sarana Prasarana Pendidikan

Ia melanjutkan, hari ini Pemkab Bogor mengikuti program kebijakan pemerintah pusat, salah satunya adalah dari sisi pertanian. 

Di wilayah Bogor Timur, sudah mempersiapkan gudang, beberapa perlengkapan, nanti dari BLK juga akan pengembangan ke wilayah timur. Sehingga ketika melakukan pelatihan dari sisi pertanian, lahan pertaniannya tersedia di wilayah Bogor Timur.

“Bulan depan akan mulai melakukan pelatihan calon tenaga kerja yang akan diberangkatkan oleh BLK ke Jepang, dan sekaligus menciptakan tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri untuk membangun bangsa,” pungkasnya.