BOGOR, CEKLISSATU.COM - Krisis air bersih mulai dirasakan warga di Kota Bogor seiring menurunnya curah hujan pada musim kemarau. 

Sebanyak 15 KK di Bojongkerta, Bogor Selatan, terdampak kekeringan akibat sumur dan sumber mata air mengering. 

Untuk mengatasi krisis air bersih warga, BPBD Kota Bogor segera mengirim 4.000 liter air bersih guna memenuhi kebutuhan warga.

Baca Juga: BMKG Prediksi Kemarau Panjang, DPRD Jabar Ingatkan Ancaman Kekeringan dan Krisis Air Bersih

"Personel TRC-PB BPBD Kota Bogor telah menyelesaikan kegiatan asesmen sekaligus mendistribusikan sekitar 4.000 liter air bersih kepada warga terdampak," kata Kepala BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, dikutip Selasa (4/8/2026).

Untuk warga Kota Bogor yang mengalami kekeringan dan membutuhkan air bersih dapat langsung melaporkan secara mandiri ke BPBD Kota Bogor melalui nomor hotline Pusdalops, 088809112569.

BMKG memprakirakan musim kemarau di Kota Bogor akan ditandai dengan rendahnya curah hujan sepanjang Juli hingga September. 

Baca Juga: Kekeringan di Kedunghalang, BPBD Kota Bogor Salurkan 4.000 Liter Air Bersih untuk warga yang Terdampak 

Intensitas hujan pada Juli diperkirakan berada di kisaran 50–100 milimeter per hari, lalu menurun menjadi 20–50 milimeter per hari pada Agustus hingga September. 

Kondisi tersebut berpotensi memicu kekeringan di sejumlah wilayah. 

Masyarakat pun diimbau tetap waspada, menghemat penggunaan air, menjaga kesehatan, serta memperkuat kepedulian terhadap warga yang terdampak.