BOGOR, CEKLISSATU.COM - Menjelang libur akhir tahun, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Kabupaten Bogor memperketat pengawasan di berbagai destinasi wisata untuk mencegah praktik pungutan liar (pungli).

Kepala Disparbud Kabupaten Bogor, Ria Marlisa menegaskan, bahwa pihaknya terus mengingatkan seluruh pengelola destinasi agar menjaga transparansi dan tidak melakukan pungli di luar ketentuan.

Ria menyebut, bahwa persoalan pungli sebenarnya sudah lama menjadi perhatian Disparbud.

“Masalah pungli itu memang kan sudah jadi hal yang kita ingatkan sebenarnya ke teman-teman di desa wisata, pengelola desa wisata dan sebagainya,” jelasnya kepada Ceklissatu.com di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Jumat (28/11/25).

Baca Juga: Kebun Raya Bogor Klarifikasi Video Viral Terkait Isu Pungli

“Tapi memang ada masih beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab, yang terkadang mereka jalan sendirilah,” sambungnya.

Ria menegaskan, bahwa koordinasi lintas stakeholder menjasi langkah penting untuk memastikan wisatawan aman dari pungli.

“Nah, kami ingin melibatkan dari pemerintah kecamatan, terutama pemerintah desa. Jadi para camatnya yang memang harus ikut aktif mengelola, kita punya teman-teman Bhabinkamtibmas, punya teman-teman Babinsa, itu yang harus dilibatkan untuk menjaga supaya tidak ada pungli lagi,” kata dia.

Baca Juga: Temukan Adanya Pungli, Pengelolaan Sampah di Pasar Gedebage Bakal Diambil Alih Pemkot Bandung

Ia mengatakan, bahwa peran camat harus semakin aktif dalam pengawasan di lapangan.

Selain itu, Ria menekankan, bahwa pencegahan pungi tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah daerah.

Menurutnya, perlu sinergi menyeluruh antara lintas sektor.

Baca Juga: 1.652 Lowongan Petugas PPSU Pemprov DKI Jakarta, Perekrutan Dijamin Bebas dan Pungli

“Jadi memang stakeholder ini kan bukan hanya pemerintah daerah, tapi ada TNI Polri juga di sana. Ada teman-teman dari organisasi pemuda juga, Karang Taruna, KNPI, itu yang bisa ikut kita gandeng,” imbuhnya.