KOTA BOGOR, CEKLISSATU.COM -- Sejumlah orang yang mengatasnamakan Pemuda Prakarya Anti Korupsi (PPAK) menggelar aksi unjuk rasa, menyoroti soal dugaan indikasi praktik curang dalam proses tender pembangunan sekolah baru (SD dan SMP) di Kota Bogor, dengan nilai proyek mencapai Rp15 Miliar.

Aksi demo sebelumnya dilakukan di depan kantor Dinas Pendidikan sekitar pukul 13.00 WIB, kemudian aksi berlanjut ke Dinas PUPR, dan berakhir di Balai Kota Bogor, Kamis (07/08/2025) sore.

Peserta aksi secara bergantian melakukan orasi menyampaikan sejumlah tuntutannya, disertai dengan membentangkan spanduk.

Koordinator Aksi dari PPAK, Aditya Permana Putra Nasution menyebutkan, aksi ini menyoroti terkait dugaan anggaran yang diturunkan oleh presiden kepada Dinas Pendidikan Kota Bogor untuk pembukaan SD dan SMP dari Disdik sebagai badan pengawas.

Baca Juga: Banggar DPRD Kota Bogor Dorong Percepatan Belanja Tanah Rp26 Miliar, Bangun Infrastruktur Terdampak Bencana

"Dan untuk di lapangan itu terkait penyelesaian data, pengaksian data, serta pengklasifikasian itu PUPR nya," ungkap Aditya kepada Ceklissatu.com.

"Tetapi, untuk pencarian tender ataupun pembahasan terkait proyek tersebut, untuk pembukaan sekolah ada pesaing-pesaing yang lain," terang Aditya.

Aditya mengatakan, yang terpilih menjadi tender itu ada yang pertama itu tender yang lain itu, sebesar nominal penawaran itu Rp12,4 miliar.