“Proses ini memang membutuhkan waktu agar semua berjalan sesuai aturan dan akuntabel,” jelasnya.
Dari sisi layanan, tarif dan sistem pembayaran masih sama seperti sebelumnya, mengikuti pola yang telah berjalan. Untuk menunjang kelancaran operasional, Dishub Kota Bogor menyiapkan 49 unit armada bus, dengan waktu tunggu rata-rata setiap 10 menit di setiap koridor.
Ke depan, Pemerintah Kota Bogor juga memiliki rencana strategis untuk pengembangan Biskita. Salah satunya adalah menambah rute-rute baru yang potensial, sekaligus mendorong kemandirian operasional pada koridor dengan tingkat penumpang tinggi, seperti K1 dan K2.
“Dengan mendorong kemandirian pada koridor yang padat, subsidi pemerintah bisa dialihkan untuk membuka koridor lain yang belum terlayani, seperti Koridor 3 dan 4,” pungkas Sujatmiko.
Comment