BOGOR, CEKLISSATU– Perhelatan Bogor Street Festival Cap Go Meh (CGM) 2026 kembali digelar dengan semangat persatuan. Mengusung tema “Ajang Budaya Pemersatu Bangsa” dan subtema “Harmony in Diversity”, agenda budaya tahunan ini menegaskan komitmen Kota Bogor sebagai kota yang toleran, rukun, dan damai di tengah keberagaman.
Ketua Panitia CGM 2026, Arifin Himawan, menegaskan bahwa budaya menjadi jembatan yang menyatukan berbagai perbedaan.
“Dengan kebudayaan kita bisa bersatu, berkolaborasi, dan hidup rukun. Bogor ingin menunjukkan bahwa keberagaman bukan perbedaan yang memecah, melainkan harmoni yang menguatkan,” ujarnya.
Baca Juga: Ragam Budaya Bersatu di Bogor Street Festival Cap Go Meh 2025
Tahun ini menjadi momentum istimewa karena rangkaian CGM bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Perpaduan antara perayaan budaya dan nuansa spiritual dinilai menjadi simbol kuat kolaborasi antara kebudayaan dan keimanan.
Kegiatan akan berlangsung pada 1–3 Maret 2026 di kawasan Jalan Suryakencana selama tiga hari, Pasar Malam Tempo Jadul akan digelar di tenda khusus yang telah disiapkan panitia. Antusiasme pelaku usaha sangat tinggi, tercatat lebih dari 200 UMKM telah mendaftar untuk ambil bagian.
Pembukaan acara pada 1 Maret akan diawali dengan buka puasa bersama 400 anak yatim di Vihara Dhanagun. Kegiatan sosial ini telah menjadi tradisi selama 11 tahun terakhir dalam rangkaian CGM, melibatkan unsur TNI-Polri serta perwakilan kecamatan se-Kota Bogor.
Comment