Suasana Pasar Malam Tempo Jadul akan memadukan nuansa perayaan Imlek, kekhasan budaya Tionghoa, ikon kuliner legendaris Bogor, serta atmosfer Ramadan. Perayaan utama CGM akan dilaksanakan setelah salat tarawih guna menghormati aktivitas ibadah umat Muslim.

Panitia memastikan seluruh rangkaian acara tetap dikurasi dan berada dalam koordinasi Kementerian Pariwisata. Bahkan, CGM baru-baru ini meraih penghargaan sebagai event terbaik tingkat Jawa Barat dari Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat.

Asisten Administrasi Umum Pemkot Bogor, Ice Pujiati, mewakili Dedie A. Rachim, menyampaikan apresiasi atas konsistensi pelaksanaan festival yang telah menjadi agenda nasional dan masuk dalam kurasi Kementerian Pariwisata RI.

Baca Juga: Ini Rekayasan Arus Lalu Lintas Cap Go Meh Besok

“Event ini bukan hanya mengangkat budaya lokal, tetapi juga menghadirkan ratusan budaya nusantara bahkan mancanegara. Dampaknya terasa nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, CGM telah terbukti mendongkrak kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Partisipasi pelaku UMKM dari dalam dan luar Bogor juga turut memperluas dampak ekonomi.

Tokoh Tionghoa Bogor, Guntur Santoso, menilai festival ini telah berkembang menjadi ruang pertemuan lintas budaya yang memperkuat toleransi di Kota Hujan.