Menurut Wawan, awalnya ia berjualan karena kebutuhan pribadi dan kesulitan mendapatkan air.
Melihat banyak warga mengalami hal serupa, ia pun berinisiatif mulai menjual air.
“Awalnya ya karena kebutuhan. Mau mandi aja susah. Akhirnya coba jualan, ternyata banyak yang butuh juga,” terang Wawan.
Saat ini, setidaknya ada sekitar delapan mobil serupa yang ikut menjual air di wilayah Cimendo.
Meski persaingan cukup ketat, Wawan mengaku, masih mendapatkan keuntungan yang cukup untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Keuntungannya lumayan lah, sehari bisa dapat sekitar Rp300 ribu bersih, modalnya cuma bensin sama mesin air,” tuturnya.
Comment