"Dengan pelatihan ini, kalau mereka sudah tidak lagi ojol, mereka bisa tetap mandiri karena sudah punya keterampilan untuk hidup. Karena kan banyak yang jadi tulang punggung keluarga," ucapya, beberapa waktu lalu di Grand Ballroom GSC STP IPB.
Hal yang sama juga disampaikan oleh perwakilan lainnya, Lia Dahlianti, bahwa setelah semua rangkaian itu diikuti secara rutin, maka Emak Ojol akan mendapatkan servis gratis, mulai dari servis ringan, ganti oli, hingga perbaikan motor.
Baca Juga: Konferancab V GP Ansor Bogor Barat Tekankan Sinergi dan Lahirkan Pemimpin Baru
Proyek bengkel Emak Ojol ini hadir dilatarbelakangi kepedulian antarsesama perempuan yang bekerja.
Hanya saja perbedaanya berada pada tempat bekerja, di mana para Emak Mantoran bekerja di dalam ruangan, sementara Emak Ojol mengendarai motor di jalan.
"Kita melihat, dan juga ikut merasakan perjuangan dari Emak Ojol. Terus kita kumpul sedikit-sedikit dari dua orang, tiga orang, empat orang, dan sekarang sudah 16 anggota Emak Kantoran yang ikut berpartisipasi dalam Bengkel Emak Ojol," ujarnya.
Baca Juga: Hari Jantung Sedunia, Dedie Rachim Ingatkan Pentingnya Aktivitas Fisik dan Pola Makan Sehat
Sebagai informasi, seluruh kegiatan Emak Kantoran ini dipublikasikan di berbagai media sosial. Mereka berharap aksi kecil ini bisa meluas dan menularkan kepada masyarakat lainnya.
Comment