KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM – Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 tingkat Kabupaten Bogor menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi sekaligus mempertegas langkah ke depan dalam pembangunan transportasi publik.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menegaskan bahwa posisi Kabupaten Bogor sebagai daerah aglomerasi Jakarta membuat kebutuhan angkutan massal semakin mendesak.

“Kita berada di posisi daerah aglomerasi Jakarta, ini PR besar kita adalah angkutan umum massal yang harus menang menjadi PR kita pikirkan,” kata Ajat kepada Ceklissatu.com, Sabtu (27/9/25).

Baca Juga: HUT Ke-66 PEPABRI dan Ke-47 FKPPI, Sekda Bogor: Terus Berkontribusi Nyata Dalam Berbagai Sektor Pembangunan

Ajat menambahkan, dengan jumlah penduduk yang hampir mencapai 6 juta jiwa, penggunaan transportasi pribadi maupun angkutan kecil seperti angkot berkapasitas 5 sampai 10 orang tidak akan cukup memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat.

“Karena kita ditanya tentang refleksi bahwasanya kita masih banyak PR, dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat, hampir 6 juta jiwa,” jelasnya.

Ia menilai, salah satu tantangan besar adalah bagaimana Pemkab Bogor ke depan bisa menghadirkan transportasi publik yang murah dan ramah lingkungan.

Baca Juga: Sekda Deni Mulyadi Pastikan Kesiapan Kota Bogor Hadapi Penilaian Kota Sehat 2025, Pasar Jambu Dua Jadi Fokus

“PR yang utama sekarang ke depan adalah tentang bagaimana kita membangun transportasi publik yang murah, syukur-syukur ramah lingkungan yang akan kita dorong,” ucap Ajat.