BOGOR, CEKLISSATU.COM - Kementerian Haji dan Umroh Kota Bogor pada tahun 2026 berencana memberangkatkan sebanyak 774 jamaah haji asal Kota Bogor. Jumlah tersebut terbagi ke dalam dua kelompok terbang (kloter) yang dijadwalkan berangkat pada Mei 2026.

"Untuk jamaah yang berangkat tahun ini, masa tunggu di Kota Bogor rata-rata mencapai 12 tahun, meskipun di beberapa daerah lain ada yang mencapai 13 tahun,"ungkap Indra Gunawan Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kota Bogor, Senin 20 April 2026.

Indra Gunawan, menyampaikan bahwa jumlah jamaah awalnya mencapai 778 orang. Namun, empat orang dipastikan tidak dapat berangkat.

Baca Juga: Isu War Tiket Haji Mencuat, DPR: Fokus Utama Harus Percepat Antrean Jamaah, Prioritas untuk Lansia

“Kota Bogor ada 774 jamaah yang akan berangkat. Dari awalnya 778, tapi ada 4 orang yang gagal berangkat, 2 orang wafat dan 2 orang sakit stroke. Insyaallah ada 774 jamaah yang berangkat, terdiri dari 2 kloter,” ujar Indra saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (19/4/2026).

Ia menjelaskan, kloter pertama yakni kloter 10 akan berangkat pada 2 Mei 2026 dan seluruhnya diisi oleh jamaah asal Kota Bogor. Sementara kloter kedua, yakni kloter 27, dijadwalkan berangkat pada 19 Mei 2026, dengan komposisi 336 jamaah dari Kota Bogor dan sisanya dari Kabupaten Bogor,"kata dia.

“Kloter 10 itu gelombang pertama, full jamaah Kota Bogor. Kloter 27 gelombang kedua, terdiri dari jamaah Kota Bogor 336 orang dan sisanya dari Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Baca Juga: Kemenhaj Buka Wacana War Tiket Haji, Nasib Jamaah Lama Dipertanyakan

Dari segi latar belakang profesi, mayoritas jamaah haji Kota Bogor tahun ini berasal dari kalangan pegawai, baik instansi pemerintah maupun swasta. Selain itu, terdapat pula anggota TNI, Polri, dosen, hingga pedagang.

Indra memastikan seluruh persyaratan administrasi jamaah telah rampung, termasuk paspor, visa, hingga perlengkapan keberangkatan seperti koper.

“Untuk tahun ini semua dokumen perjalanan haji sudah beres, mulai dari paspor, visa, semuanya sudah ada. Koper juga sudah diterima oleh masing-masing jamaah, insyaallah mereka sudah siap,” katanya.

Adapun jamaah termuda tahun ini berusia 22 tahun, sementara yang tertua berusia 83 tahun.