BOGOR, CEKLISSATU - Untuk ke-23 kalinya pasca reformasi, Cap Go Meh di Bogor yang lebih dikenal dengan sebutan Cap Go Meh - Bogor Street Festival (CGM-BSF), dengan tagline Ajang Budaya Pemersatu Bangsa. 

Perhelatan tahunan ini bakal kembali digelar secara terbuka untuk umum setelah dua tahun vakum dan hanya digelar secara tertutup dan hybrid karena pandemi Covid-19, tepatnya pada Minggu, 5 Februari 2023 mendatang.

Ketua Pelaksana CGM-BSF, Arifin Himawan mengatakan bahwa tahun ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri, sebab Cap Go Meh - Bogor Street Fest masuk dalam salah satu dari 110 acara unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2023, yang baru saja diumumkan oleh Menteri Sandiaga Uno pada Sabtu, 28 Januari 2023 lalu di Taman Mini, yaitu dengan nama Karisma Even Nusantara (KEN). 

Ahim sapaan karibnya menyebut sejumlah penilaian oleh kurator dilakukan jauh hari sebelumnya meliputi inovasi dan kreativitas, manajemen event, strategi komunikasi, serta pengembangan bisnis pariwisata dan pemasaran kearifan lokal.

Baca Juga : Pembongkaran Plaza Bogor Ditunda Usai Lebaran, Ini Kata Pedagang

"Pengakuan itu adalah buah dari kerja keras dan kerjasama yang terbangun selama ini dengan berbagai pihak. Kerjasama antara Panitia Pelaksana yang sangat beragam dengan Pemkot Bogor dan jajarannya, bersama-sama dengan para budayawan dan sanggar di Kota Bogor dan sekitarnya," ucapnya saat konferensi pers di teras Balai Kota Bogor pada Selasa, 31 Januari 2023.

Menurut Ahim, keterlibatan masyarakat secara langsung pada pelaksanaan event ini tentunya juga sangat membantu. Kelancaran ajang budaya ini juga tak lepas dari dukungan penuh dari unsur Polri dan TNI bersama dengan instansi terkait seperti Dishub, Satpol PP serta masyarakat yang bahu- membahu menyukseskan ajang budaya ini. 

Bahkan tahun ini, sambungnya, CGM-BSF 2023 melibatkan Liaison Officer dari kalangan kaum Penyandang Disabilitas, mereka bergabung dengan lebih dari 180 anggota relawan LO-Marshal untuk menyukseskan pesta rakyat ini.

"Kami berharap, agar semua masyarakat kota Bogor dan sekitarnya, pada tanggal 5 Pebruari nanti dapat bergembira bersama. Menyaksikan dan menikmati keindahan keberagaman budaya kita, yang kami rangkai dalam tema Unity In Diversity. Dan karena acara ini adalah Dari Kita Untuk Bogor, Dari Bogor Untuk Indonesia, mari kita jaga dan nikmati bersama," ungkapnya.

Ribuan pelaku seni bakal terlibat secara langsung di sepanjang Jalan Suryakencana hingga Jalan Siliwangi yang akan gemerlap oleh atraksi mereka selama lebih kurang delapan jam. 

"Sebut saja Ogoh-ogoh Bali, Kendang Beleq dari Lombok, dan Bouraq dari Cirebon, ikut serta memeriahkan acara ini. Juga Ondel-ondel Betawi, dan Reog Ponorogo. Serta belasan Sanggar Kesenian yang berasal dari Jawa Barat dan sekitarnya," jelasnya.

Ahim menambahkan bahwa ada kesempatan ini Cap Go Meh - Bogor Street Fest 2023 secara resmi memperkenalkan theme song dengan judul Dari Kita Untuk Bogor, Dari Bogor Untuk Indonesia. Diciptakan oleh salah satu sanggar kebudayaan dan musik kota Bogor. Murid-murid SMP Kesatuan Bogor, mendapat kehormatan untuk menyanyikan lagu ini. 

"Karena acara ini diadakan dari sore hingga malam maka pada jam azan maghrib, acara akan terhenti selama sholat maghrib. Panitia menyiapkan penunjuk arah di beberapa titik menuju lokasi-lokasi sholat bagi yang ingin melaksanakan sholat. Selain itu, panitia juga menyiapkan pos kesehatan, keamanan sesuai dengan yang disyaratkan. Ambulance dukungan dari beberapa RS di Kota Bogor dan pemadam kebakaran sudah dipersiapkan pada tempat tertentu," ujarnya.

Usai parade kebudayaan dan Sholat Maghrib sekitar pukul 19:00, puluhan tandu-tandu, Liong dan Barongsai dengan ratusan pemainnya melanjutkan kemeriahan acara. Peserta dari Jakarta, Tangerang, Bekasi, Cianjur dan Sukabumi turut serta meramaikannya. Belasan joli berada didepan dengan dikawal oleh Kie Lin dan Liong Merah Putih, sebagai pembuka jalan. Rangkaian ini diawali dengan ratusan lampion gemerlap berwarna merah. 

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya menurutkan bahwa dengan puluhan ribu yang hadir menyaksikannya nanti, dirinya tentu berharap secara keseluruhan acara ini akan berdampak positif bagi masyarakat Kota Bogor dan sekitarnya. Terutama dampak ekonomi pada pelaku UMKM.

"Keberagaman itu sebuah keindahan. Di kota Bogor keberagaman itu menjadi sebuah kekuatan yang mampu membangkitkan kebersamaan. Kebersamaan yang kita butuhkan untuk bangkit pasca pandemi covid-19. Salah satunya adalah dengan terselenggaranya event yang sudah diakui secara nasional ini," tegasnya.

Bima mengaku Cap Go Meh awalnya adalah tanda akhir perayaan Tahun Baru Imlek, yakni pada tanggal 15 Lunar sebagai rasa syukur kepada Tuhan. Namun di Kota Bogor sendiri, tradisi ini kini telah berkembang menjadi pesta rakyat, sebuah ajang parade budaya nusantara yang menampilkan beragam budaya, tidak hanya dari kota Bogor tapi dari berbagai daerah di Indonesia.

"Selamat menikmati keindahan dan kebersamaan dalam keberagaman di Kota Bogor tercinta. Mari kita jaga bersama kelancaran acara ini. Datang lebih awal. Nikmati kuliner khas Bogor yang beragam dan terkenal. Sore dan malam ikut bergembira bersama dalam Unity In Diversity. Dari Kita Untuk Bogor, Dari Bogor Untuk Indonesia," katanya.