BOGOR, CEKLISSATU- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor terus melakukan penambahan tenaga medis, untuk penunjang fasilitas di klinik rawat jalan Bogor Utara. Pasalnya, sampai aat ini total jumlah pegawai baru sebanyak 62 orang termasuk dokter spesialis.
"Menjadikan status RSUD itu tidak gampang, dan kami akan terus memberikan pemenuhan pelayanan setiap tahunnya," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Mike Kaltarina kepada wartawan baru -baru ini.
Ia mengatakan, memang butuh banyak assessment yang perlu di wujudkan, karena masih ada kesulitan tentang penambahan fasilitas lain dan harus bertahap.
Baca Juga : Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 336 Persen pada 2 November 2022
"Yang jelas menuju RSUD sampai menyediakan 50 tempat tidur dan ke tipe C butuh proses panjang, untuk rekruitmen tenaga medis dan dokter tidak menggunakan pegawai RSUD di wilayah," jelasnya.
Dia mengajukan, rekruitmen dokter spesialis melalui Bupati ditembuskan ke bagian kepegawaian. Karena, sebenarnya sudah cukup empat pelayanan tapi idealnya setiap spesialis harus dua dokter.
"Perlu penambahan tenaga medis, dan kami berharap ada dokter mata dan syarat tahun 2023 ini. Untuk sekarang baru ada 62 tenaga medis dan dokter serta staf adminitrasi lain," kata Mike.
PPK proyek pembangunan RSUD Parung, Anni Bersari Kristina mengungkapkan, kebutuhan pengajuan untuk klinik rawat jalan di tahun 2023 senilai 10 miliar.
"Kalau total kebutuhan sudah kami disiapkan senilai Rp10 miliar untuk setahun, dan kebanyakan anggaran buat operasional sampai gaji pegawai," ucap wanita yang menjabat sebagai Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan.
Kecuali dari Provinsi Jawa Barat ada memberikan bantuan, sementara Pemkab Bogor baru pengajuan Rp10 miliar dulu.
"Yang lain belum, kami fokus kebutuhan operasional dan lainnya termasuk listrik sampai pembayaran air," katanya.
Comment