BOGOR, CEKLISSATU— Kondisi dua ruang kelas milik sekolah kelas Jauh Cijantur yang berlokasi di RT 05/06 Desa Rabak Kecamayan Rumpin butuh perhatian Pemerintah Kabupaten Bogor. Musababnya, sampai saat ini belum ada perbaikan dan kegiatan belajar mengajar harus dibagi dua shift.
Diketahui saat ini jumlah murid kelas jauh Cijantur ada 145 orang dengan dibantu 4 guru honorer 1 PNS.
“Kondisi dua ruangan kelas sudah rusak berat dan proses belajar harus dibagi dua shift," ungkap Kepala Sekolah kelas Jauh Cijantur Halimi ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat 19 Agustus 2022.
Baca Juga : Polri Limpahkan Berkas Perkara Ferdy Sambo Cs ke Jaksa
Ia menjelaskan ruang kelas yang rusak sudah tidak digunakan karena khawatir menimpa murid yang sedang melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM).
"Jarak tempuh dari sekolah induk Kadusewu ke kelas jauh sekitar 5 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 1 jam menggunakan sepeda motor," jelasnya.
Halimi menambahkan, jumlah ruang kelas belajar (RKB) ada empat tapi yang digunaka hanya dua ruangan, karena sudah rusak berat.
"Untuk kerusakan sekitar 2 tahunan, meskipun rusak tapi murid sangat semangat belajar sama seperti anak sekolah di induk apalagi setelah pandemi bisa tatap muka," ungkapnya.
Dirinya juga mengajukan ke Musrenbang tingkat Kecamatan sampai Kabupaten tapi belum ada realisasi begitupun lewat anggota dewan dan Dinas Pendidikan.
"Kami juga pernah mengajukan di reses Dewan tapi belum ada realiasasi apapun," tambanya.
Lebih lanjut ia berharap segera ada bantuan rehabilitas bangunan sekolah, karena dari Pemerintah Daerah sama sekali belum ada bantuan.
"Keinginan kami ada perhatian semua pihak, keberadaan kelas jauh Cijantur ini salah satu pintu gerbang pendidikan khususnya di wilayah Rumpin," katanya.
Comment