BOGOR, CEKLISSATU - Persaingan industri kuliner yang semakin ketat mendorong pelaku usaha untuk berinovasi, terutama di era digital. Hal ini yang dilakukan Boga Hiji (BoHi), holding F&B asal Bandung, dengan meluncurkan brand terbarunya, Hi Nashville, sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem kuliner berbasis teknologi.

Soft launching yang digelar di Bhumi Kiwari menjadi momentum penting bagi BoHi untuk menegaskan arah baru perusahaan. Berdiri sejak 2016, BoHi kini tidak lagi sekadar berperan sebagai operator brand, melainkan bertransformasi menjadi pengembang brand dan ekosistem bisnis kuliner yang kolaboratif.

Langkah transformasi ini lahir dari evaluasi mendalam pascapandemi. BoHi melihat bahwa model bisnis konvensional tidak lagi cukup untuk menghadapi perubahan perilaku konsumen yang kini semakin bergantung pada layanan digital. Karena itu, perusahaan mengadopsi pendekatan light asset yang lebih fleksibel dan efisien.

Baca Juga: UMKM Mulai Terdampak Kenaikan Harga LPG Nonsubsidi, Fahira Idris Sampaikan Rekomendasi

Melalui anak usahanya, PT Bohi Integra Tanaya (PT BIT), BoHi mengembangkan strategi berbasis digital dengan pendekatan yang lebih ramping, scalable, dan berbasis data. PT BIT menjadi motor utama dalam menciptakan dan mengembangkan brand F&B yang relevan dengan kebutuhan pasar modern.

Hi Nashville hadir sebagai brand perdana dalam fase baru tersebut. Mengusung konsep rice plate modern yang terinspirasi dari tren urban street food global, brand ini menyasar konsumen urban dengan gaya hidup praktis dan serba cepat. Pendekatan digital-first menjadi kunci, dengan mengandalkan platform pemesanan online seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood.

Dalam pengembangannya, BoHi juga menggandeng FundEx, platform securities crowdfunding, sebagai mitra strategis. Kolaborasi ini memperkuat model bisnis berbasis kemitraan sekaligus membuka peluang pendanaan yang lebih luas.