BOGOR, CEKLISSATU - Korlantas Polri resmi mengubah sirkuit atau rute lintasan ujian praktik dalam pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) C. Hal itu sesuai arahan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo. 

Pun, perubahan sirkuit tersebut kini sudah diterapkan oleh Polresta Bogor Kota tepatnya di Mako Polresta Bogor Kota, Jalan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso mengatakan bahwa perubahan sirkuit ujian praktik SIM C diubah sesuai intruksi kapolri dan Korlantas Polri.

Baca Juga : Mahasiswa FISIPKOM Unida Tingkatkan Kemampuan UMKM Melalui Pelatihan Desain Grafis

"Perubahan rute ini mempertimbangkan dari saran, masukan dan aduan masyarakat, kemudian diskusi dengan para ahli dan pakar, bahkan rute yang baru ini sudah dipraktikan di negara Jepang dan Singapura," ucapnya, kemarin.

Bismo menyebut ada empat perubahan dari rute ujian praktik SIM C untuk mempermudah sesuai saran, masukan termasuk keselamatan dari pengguna jalan. Adapun perubahan tersebut, masih kata Bismo, bentuk rute lintasan dari semula terpisah kini menjadi satu kesatuan.

"Rute lintasan dari semula membentuk angka 8, sekarang menjadi huruf S. Rute zig-zag dihilangkan dan lebar lintasan pun diubah dari 1,2 meter menjadi 1,6 meter," jelasnya.

Kemudian, lanjut Bismo, perubahan lainnya yakni uji pengereman keseimbangan, dari jarak yang semula lintasannya lebar 1,2 meter menjadi 1,6 meter. Jumlah patok yang sebelumnya 20 patok kini menjadi 16 patok.

"Uji zig-zag ini dihilangkan, dan menjadi leter S. Uji berbalik arah atau U turn, semula itu lebarnya 1,2 meter menjadi 1,6 meter. Jumlah patoknya 17 sekarang jadi 11. Hal itu untuk mempertimbangkan kemudahan dan unsur keselamatan," paparnya.

Selanjutnya, panjang lintasan semula 10 meter menjadi 12 meter. Jarak antara patok 2 meter dan 1 meter menjadi 3 meter dan 1 meter. Lebar lintasan di tikungan, sambung Bismo, lebar 4 meter menjadi 4,5 meter sehingga titik manuvernya menjadi lebih mudah.

"Ada juga perubahan pada uji reaksi rem dan menghindar. Jarak patok semua 2 meter menjadi 3 meter, lebar lintasannya menjadi lebih lebar 1,6 meter. Jumlah patok 33 buah menjadi 24 buah. Sedangkan, uji angka 8 berubah menjadi huruf S, sudah melalui proses validitas dan proses ilmiah oleh para pakar dan juga sudah melalui penelitian dilakukan di negara Jepang dan Singapura," tegasnya.

Bismo menambahkan bahwa dalam pelaksanaan praktik, bagi masyarakat yang belum berhasil bisa mengulangi ujian prakter tersebut dan setiap hari di Polresta Bogor Kota akan memberikan kesempatan untuk latihan masyarakat mulai pukul 14.00 - 16.00 WIB menggunakan rute praktik terbaru.

Selain itu, Polresta Bogor Kota juga memberikan pelatihan gratis baik ujian praktik maupun teori. Ada juga aplikasi trust, dimana masyarakat dapat melihat soal-soal ujian membuat SIM sehingga bisa dipelajari.

"Untuk motor, bisa menggunakan motor matic atau manual yang sudah disiapkan Satlantas Polresta Bogor Kota, tetapi bisa juga menggunakan kendaraan pribadi milik masyarakat itu sendiri," katanya.