BOGOR, CEKLISSATU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat bersama Kelompok Wartawan (Pokwan) DPRD Kabupaten Bogor, dan Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (Prima DMI) Kabupaten Bogor menggelar Sosialisasi pendidikan pemilih Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2024, berlangsung di Sekretariat Pokwan DPRD Kabupaten Bogor, Kamis (10/10/2024).
Mewakili KPU Jawa Barat, Komisioner KPU Kabupaten Bogor, Aprian Wahyudi menyebutkan bahwa sosialisasi tersebut guna mengedukasi masyarakat soal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak di Jawa Barat.
“Kami berharap para jurnalis bisa turut membantu KPU dalam menyosialisasikan kepada pemilih pemula terkait Pilkada di Kabupaten Bogor,” ungkap Aprian.
Baca Juga : KPU Kota Bogor Sosialisasikan TPS Keliling Pilkada Serentak untuk Pasien ODGJ di RS Marzoeki Mahdi
Diketahui, KPU Kabupaten Bogor menargetkan partisipasi pemilih pada Pilkada 2024 yaitu 85 persen.
“Ini dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, penyelenggara, Prima DMI serta Pokwan. Agar partisipasi pemilih bisa mencapai target,” terangnya.
Pengamat Politik yang juga Founder Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus), Yusfitriadi mengatakan, berdasarkan hasil survey LS Vinus kurang lebih ada 56 persen pemilih di Kabupaten Bogor belum menentukan akan datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).
"Kurang lebih 56 persen calon pemilih yang belum tentu datang langsung ke TPS itu hasil survei kami. Ini tentu menjadi PR bagi KPU agar terus menyosialisasikan ke masyarakat," ucap Yusfitriadi.
"Angka tersebut cukup tinggi, tapi apakah bisa dikejar dengan waktu kurang dari dua bulan? Saya harap KPU bisa melakukan terobosan lain, jangan sampai masyarakat ini malas ke TPS karena yang dekat menjadi jauh," tambah Yusfitriadi.
Baca Juga : Kesiapan Logistik Jelang Pilkada 2024, KPU Kabupaten Bogor Terima 31.632 Bilik Suara
Yusfitriadi menilai, saat ini pemerintah terlihat tidak serius dalam penyelenggaraan Pemilu.
"Kita lihat saja seperti HJB, banner dipasang di mana-mana, tapi kalau Pemilu apakah seperti itu? Saya anggap ini Pemerintah tidak serius dalam Pemilu," tegas Yusfitriadi.
Sementara itu, Ketua Prima DMI Kabupaten Bogor, Angga Widyatama Putra menuturkan, saat ini masih banyak pemilih pemula belum mengetahui secara utuh tentang Pilkada.
"Ini menjadi PR kita untuk meningkatkan partisipasi pemilih, kami juga di Prima DMI Kabupaten Bogor siap membantu KPU Jabar menyukseskan Pilkada dengan lancar tanpa ada persoalan," katanya.
Baca Juga : Tingkatkan Partisipasi Pemilih Perempuan di Pilkada, Ini yang Dilakukan KPU Kota Bogor ke GOW
Terpisah, Ketua Pokwan DPRD Kabupaten Bogor, Saeful Ramadhan menyatakan, para jurnalis agar turut membantu menyosialisasikan adanya Pilkada, namun harus tetap independent.
"Mengajak kepada jurnalis di Bogor turut menyosialisasikan Pilkada 2024. Pers ini sebagai pilar keempat demokrasi harus independen. Tapi kita juga punya kewajiban untuk menyosialisasikan kepada masyarakat soal Pemilu," singkatnya.
Comment