BOGOR, CEKLISSATU – Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor nomor urut satu, Sendi Fardiansyah dan Melli Darsa, telah menyiapkan program konkret untuk menangani masalah banjir kiriman yang kerap melanda Kota Bogor.
Dalam dialog dengan warga di Kecamatan Bogor Utara, Sendi Fardiansyah menegaskan, bahwa persoalan banjir kiriman harus segera ditangani dengan serius.
Sendi Fardiansyah menjelaskan, untuk mengatasi banjir, pihaknya akan melakukan revitalisasi besar-besaran terhadap sistem drainase di Kota Bogor, yang dinilai tidak memadai untuk menampung volume air yang meningkat setiap musim hujan.
Baca Juga : Ini Ritual Khusus Sendi Fardinsyah Sebelum Memulai Kegiatan Kampanye
“Kita akan melakukan perbaikan total pada drainase yang sudah lama terbengkalai. Ini bukan hanya tentang pembersihan, tetapi juga pelebaran saluran air di daerah-daerah yang sering mengalami genangan," ujar Sendi Fardiansyah.
Tak hanya fokus pada infrastruktur, dia juga menyatakan pentingnya memperbaiki ekosistem di daerah hulu untuk mengurangi aliran air berlebihan yang sering kali langsung meluap ke Kota Bogor.
Menurutnya, kerusakan hutan dan kawasan penyangga di sekitar Bogor telah memperburuk masalah banjir kiriman.
Baca Juga : Jelang Pilkada Serentak, KPU Kota Bogor Bekali PPK dan PPS dengan Ini
Untuk itu, ia berkomitmen meluncurkan program reboisasi di kawasan-kawasan kritis yang selama ini terabaikan.
“Kita harus kembalikan fungsi daerah hulu sebagai penahan air alami. Reboisasi ini bukan hanya soal penghijauan, tetapi cara kita mencegah air mengalir deras ke kota," jelasnya.
Sendi Fardinsyah juga menekankan bahwa penyelesaian masalah banjir kiriman di Kota Bogor memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah kota dan pemerintah daerah sekitar, termasuk Kabupaten Bogor, Kota Depok, dan DKI Jakarta.
Baca Juga : Pelantikan Presiden-Wapres 20 Oktober 2024, Panglima TNI: akan Dihadiri 36 Kepala Negara Sahabat
Menurutnya, masalah ini tidak bisa diselesaikan secara sepihak, melainkan memerlukan kolaborasi yang erat dalam pengelolaan aliran sungai serta normalisasi daerah aliran sungai yang melintasi beberapa wilayah administratif.
“Banjir kiriman ini masalah yang saling berkaitan. Kota Bogor tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus duduk bersama dengan pemerintah daerah lain untuk mengatur aliran air yang melintas di banyak tempat. Dalam hal ini, wacana wilayah aglomerasi ke depan jadi sangat penting,” tambah Sendi.
“Sudah terlalu lama kita melihat warga harus menderita setiap kali musim hujan datang, sementara solusi yang dijanjikan belum juga beres dan terealisasi dengan baik. Ini saatnya bertindak, bukan hanya wacana,” tutup Sendi Fardiansyah.
Comment