CEKLISSATU - Kapolda Jawa Timur (Jatim), Irjen Pol Nico Afinta mengaku memiliki alasan kuat dalam penembakan gas air mata pada kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan Malang, setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu 2 Oktober 2022 malam.
Meski telah dilarang oleh FIFA sebagaimana tercantum dalam
FIFA stadium safety and security regulation pada pasal 19, poin b soal penggunaan senjata api atau gas pengendalian massa pada pembubaran suporter, Nico Afinta menyebut itu dilakukan karena suporter sudah mulai anarkistis dengan melakukan perlawanan kepada petugas dan melakukan pengrusakan kendaraan.
"Karena gas air mata itu, mereka pergi keluar ke satu titik, pintu keluar. Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak napas, kekurangan oksigen," katanya seperti dikutip dari laman resmi Bola.com, Minggu 3 Oktober 2022.
Disamping itu, Nico Afinta mengungkap jumlah korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hingga Minggu pukul 04.30, korban mencapai 127 orang. Dengan masing-masing 125 dari suporter, Aremania dan 2 orang dari anggota Polri.
Nico Afinta datang langsung meninjau lokasi kejadian hingga ke rumah sakit. Selain itu, ada 13 mobil yang mengalami kerusakan. Diantaranya 10 kendaraan dinas Polri.
“Sebenarnya pertandingan berjalan lancar tidak ada kendala. Permasalahan kekecewaan dari penonton, setelah timnya tidak pernah kalah, semalam mengalami kekalahan. Kekecewaan membuat suporter turun mencari pemain dan tim pelatih. Tindangan pengamanan dan pengalihan sudah dilakukan. Dalam prosesnya ada gas air mata karena sudah mulai anarkis,” terangnya.
ERUL/BOLA(*)
Comment