BOGOR, CEKLISSATU - -Sekolah Vokasi IPB University kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan teknologi pertanian terapan melalui riset pemanfaatan limbah organik menjadi bioaktivator dan pupuk organik. Riset ini merupakan kolaborasi antara tim peneliti lintas keilmuan SV-IPB dan petani mitra di Kabupaten Cianjur, dalam rangka mewujudkan model pertanian mandiri yang berkelanjutan berbasis potensi lokal dan ekonomi sirkular untuk Provinsi Jawa Barat.
Ketua Tim Peneliti, Dr. Doni Sahat Tua Manalu, S.E., M.Si. saat ditemui dalam acara diseminasi informasi hasil peneltiian Kamis (1/5) kemarin di Okiagaru Agricoop, menjelaskan bahwa penelitian ini bermula dari tingginya volume limbah pertanian dan pascapanen di wilayah hortikultura seperti Cianjur, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah tersebut mencakup sisa sayuran, kulit buah, hingga komoditas hortikultura tidak layak jual.
“Kami melihat ini sebagai peluang riset yang nyata, bagaimana limbah yang dianggap tidak bernilai bisa diolah menjadi produk yang mendukung pertanian dan memiliki nilai ekonomi,” ujar Dr. Doni.
Baca Juga: Buku Komunikasi Pembangunan Resmi Diluncurkan untuk Menyuarakan yang Tak Didengar
Ia menambahkan, inovasi ini tidak hanya sebatas upaya teknis, tetapi juga bagian dari strategi besar Sekolah Vokasi dalam membangun Teaching Factory—yakni model pembelajaran vokasional berbasis produksi dan kewirausahaan. Seluruh proses, mulai dari bahan baku hingga formulasi pupuk, dirancang untuk diuji pasar dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Comment