Menurutnya, IPB University memiliki modal akademik yang kuat untuk mengembangkan pendekatan tersebut. 

Baca Juga: Optimis Kota Bogor Bebas Stunting, Jenal Mutaqin Beberken Strategi Pemkot

"IPB memiliki keunggulan historis di bidang pertanian, pangan, dan gizi. Karena itu, melalui FKGiz kami memposisikan pendidikan kedokteran dalam kerangka hulu ke hilir kesehatan," kata Dr Ivan.

Melalui pendekatan ini, ia melanjutkan, faktor gizi, pangan, lingkungan, dan perilaku tidak dipandang sebagai pelengkap, tetapi menjadi bagian integral dalam memahami penyakit dan upaya pencegahannya. 

"Kami ingin lulusan FKGiz mampu melihat masalah kesehatan secara utuh, dari pencegahan hingga tata laksana klinis," tambahnya.

Baca Juga: Ini Tips Jaga Berat Badan Tetap Ideal Selama Bulan Puasa dari Dosen Fakultas Kedokteran IPB University

Lebih jauh, FKGiz dirancang untuk menghasilkan dokter dengan pendekatan ilmu komunitas berbasis herbal yang kuat, serta pemahaman mendalam tentang gizi dan sistem pangan. 

Integrasi ini juga memperkuat penerapan model Longitudinal Integrated Clerkship (LIC).

"Model ini memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman klinik yang berkesinambungan dan kontekstual, sekaligus mendorong penguatan riset translasional dan efisiensi akademik," jelas Dr Ivan.

Baca Juga: Perkuat Sistem Timber Tracking, IPB University Kembangkan Teknologi Identifikasi Kayu Berbasis DNA

Sebagai bagian dari pengembangan fakultas, IPB University juga membuka Program Studi Nutrisionis pada tahun ini.