Menurut Adi, Karya tidak pernah berdiri sendiri. Namun karya selalu lahir dari kegelisahan, dari pertanyaan, dan dari keberanian untuk menggugat tatanan dengan caranya sendiri.
Ia juga manambahkan bahwa di balik buku, film, terjemahan, hingga percakapan-percakapan yang hidup di ruang komunitas dan media sosial, ada jejak gagasan yang tumbuh: gagasan untuk merawat ingatan dan pengetahuan bagi generasi mendatang.
"Diskusi ini bukan sekadar tentang proses kreatif, melainkan tentang bagaimana karya, baik di halaman, layar, maupun ruang daring,.bisa menjadi gugusan kecil yang bersama-sama membentuk peta imajiner yang menuntun kita untuk tidak terjebak dalam kebisuan, tetapi bergerak, merespons,
dan merawat dunia,"paparnya.

Setelah diskusi panel, acara dilanjutkan dengan Adu Eja, yakni lomba mengeja kata dengan cepat, baik, dan benar bagi anak-anak kelas 4 sampai 6 SD. Selain mengasah ketangkasan berpikir, lomba ini melatih pemahaman makna kosakata bahasa Indonesia.
Dengan menghadirkan Ivan Lanin dan Novera Kresnawati sebagai juri, Adu Eja diharapkan dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan dan edukatif bagi anak-anak, sekaligus meningkatkan minat literasi mereka.
Tidak sampai disitu, Dipandu oleh Tim Kebun Raya Bogor, Pesta Literasi Indonesia 2025 juga menghadirkan Walking Tour. Dan setiap peserta dapat menjelajahi sudut-sudut inspiratif di Kebun Raya Bogor dalam tur interaktif yang menyatukan cerita, karya, dan semangat komunitas.
Pesta Literasi Indonesia 2025 di Bogor ditutup secara meriah dengan penampilan musisi Selma dan grup band The Overtunes. Aksi panggung mereka menciptakan momen penuh
keceriaan, ketika seluruh pengunjung larut dalam kebersamaan, bernyanyi dan menciptakan kenangan, menandai akhir yang hangat dari rangkaian kegiatan di kota ini.
"Berakhirnya rangkaian kegiatan di Bogor bukanlah akhir dari perhelatan Pesta Literasi Indonesia 2025. Justru, ini menjadi awal dari perjalanan #CeritaKhatulistiwa yang akan menyambangi 11 kota lainnya di Indonesia.
Pesta Literasi Indonesia 2025 mengajak seluruh masyarakat untuk terus terlibat dalam gerakan literasi nasional, merayakan keberagaman
budaya, dan menghidupkan semangat membaca di seluruh penjuru Nusantara.
Comment