“Kegiatan penyuluhan stunting ini kami laksanakan sebagai bentuk tanggung jawab akademik sekaligus sosial mahasiswa Sains Komunikasi FISIP UNIDA. Melalui pendekatan komunikasi pembangunan, kami berupaya menyampaikan informasi tentang stunting secara sederhana dan mudah dipahami agar dapat diterapkan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan penyuluhan tersebut tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga mampu mendorong kesadaran dan perubahan perilaku dalam upaya pencegahan stunting sejak dini.

Sementara itu, Ketua Kader PKK Desa Laladon, Yayah Rodiah, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa Sains Komunikasi FISIP UNIDA yang telah melaksanakan kegiatan penyuluhan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam memahami isu stunting secara lebih menyeluruh.

Baca Juga: Perkuat Percepatan Penurunan Angka Stunting, Kemendagri Dorong Optimalisasi Intervensi Spesifik dan Sensitif


“Penyuluhan ini sangat bermanfaat bagi warga kami. Informasi yang disampaikan mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Semoga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga kasus stunting bisa dicegah sejak dini,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Sains Komunikasi FISIP UNIDA berharap dapat berkontribusi dalam mendukung percepatan pencegahan stunting sekaligus memperkuat peran komunikasi sebagai sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong terciptanya generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan.