BOGOR, CEKLISSATU.COM - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan intervensi spesifik dan sensitif sebagai langkah mempercepat penurunan angka stunting.
Melalui diseminasi evaluasi anggaran, Kemendagri menekankan pentingnya data akurat dan perencanaan terarah agar program pencegahan stunting berjalan lebih efektif di seluruh daerah.
Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah melaksanakan diseminasi hasil penandaan, pelacakan, dan evaluasi anggaran intervensi gizi bagi kabupaten/kota pada Selasa (25/11/2025). Kegiatan berlangsung di Green Forest Bogor, Kelurahan Pamoyanan, Kota Bogor.
Baca Juga: DPRD Kota Bogor Optimis Aplikasi BESTI untuk Percepat Penanganan Stunting
Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah, TB Chaerul menjelaskan, bahwa kegiatan itu bertujuan memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam upaya percepatan penurunan stunting, sekaligus memberikan penghargaan kepada daerah dengan kinerja terbaik.
Ia menambahkan, bahwa Kemendagri memberikan penghargaan kepada lima kabupaten/kota berkinerja terbaik dari total 197 daerah pada tahun 2024.
Menurutnya, peran sekretaris daerah (Sekda) menjadi sangat penting dalam pengendalian administrasi dan perencanaan penanganan stunting.
TB Chaerul juga menyoroti perubahan kebijakan dari TP2S menjadi TP3S, yang menekankan pentingnya pencegahan stunting untuk periode 2025–2029.
Ia berharap pendekatan top-down dalam penganggaran dapat memastikan intervensi lebih tepat sasaran.
Comment