JAKARTA CEKLISSATU.COM - Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas IPB, Prof. Irfan Syauqi Beik, menyatakan saat ini ada dua fenomena yang memprihatinkan.
“Yang pertama adalah fenomena banyak orang kaya tapi miskin spiritual. Yang kedua adalah sudah miskin materi, miskin pula spiritualnya,” ujar Prof. Irfan di acara Muhsinin Club Conference Club yang dihadiri banyak tokoh Muslim di Hotel Aston Priority Simatupang, Jakarta.
“Yang kedua itulah yang disebut miskin kuadrat,” katanya.
Soal miskin spiritual ini, kata Prof. Irfan, belum banyak menjadi perhatian pemerintah maupun publik. Menurut dia, tingginya kemiskinan spiritual itu bisa menyebabkan hilangnya keharmonisan hidup dan hilangnya keinginan untuk peduli dan berbagi.
Baca Juga: Panggung Digital Spotify Wrapped: Membaca Presentasi Diri ala Erving Goffman
Dia mencontohkan tingginya kecurigaan antarwarga, bunuh diri anak SD sebagai bukti adanya kemiskinan spiritual.
Guru besar IPB yang meraih banyak penghargaan itu mengajak masyarakat untuk tidak hanya peduli pada kemiskinan materi saja. Saat ini, menurut pemerintah, orang yang mengalami kemiskinan materi di Indonesia ada 23,85 juta jiwa atau 8,47% dari penduduk Indonesia.
“Tapi belum ada catatan berapa jumlah penduduk Indonesia yang miskin spiritual,” katanyanya lagi.
Comment