“Literasi digital saat ini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan mendasar. Namun kesenjangan akses dan infrastruktur digital di wilayah pedesaan masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai agen transformasi sosial melalui kepemimpinan, keterlibatan sipil, dan aktivisme digital. Menurutnya, pembangunan berkelanjutan akan berjalan optimal apabila masyarakat dilibatkan sebagai mitra aktif dalam proses pembangunan.
Kuliah umum berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab bersama mahasiswa. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang membahas isu demokrasi, partisipasi publik, hingga tantangan transformasi digital di tengah masyarakat. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.
Comment