BOGOR, CEKLISSATU - Ketua Kontingen Kota Bogor pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat, Jenal Mutaqin, secara resmi membuka pertandingan cabang olahraga (cabor) aerosport paralayang di Gunung Mas Puncak, Kabupaten Bogor, Sabtu (7/11/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Jenal bersama Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menyaksikan langsung pertandingan yang berlangsung hingga 18 November mendatang. Ia juga memberikan motivasi kepada para atlet, khususnya atlet yang mewakili Kota Bogor, agar mampu meraih hasil terbaik.
Jenal mengatakan, Jawa Barat selama ini menjadi salah satu daerah penyumbang atlet paralayang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
“Pada kejuaraan PON tahun 2016, 2021, dan 2024, sebagian besar atlet paralayang berasal dari Jawa Barat. Bahkan, lokasi yang hari ini dijadikan venue telah banyak melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” kata Jenal.
Menurutnya, sebagai salah satu daerah yang ditunjuk menjadi tuan rumah Porprov XV Jawa Barat, Kota Bogor telah mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk menunjang kelancaran pertandingan. Persiapan tersebut meliputi fasilitas pertandingan hingga layanan kesehatan bagi para atlet dan seluruh peserta.
“Kota Bogor bekerja sama dengan 26 rumah sakit, baik di wilayah kota maupun kabupaten. Meski demikian, tentu tidak ada satu pun atlet yang kami harapkan mengalami cedera ataupun kecelakaan,” ujarnya.
Sebanyak 16 kota dan kabupaten ambil bagian dalam pertandingan paralayang tersebut. Jenal pun berharap seluruh atlet dapat menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi berlangsung.
“Semoga para atlet, pelatih, ofisial, serta seluruh perangkat pertandingan mampu menuntaskan pertandingan paralayang ini dengan sebaik-baiknya dan senantiasa diberikan keselamatan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Paralayang, Makmur Effendi, menjelaskan bahwa terdapat 14 nomor pertandingan yang diperlombakan, mulai dari nomor kecepatan mendarat hingga ketepatan mendarat.
“Total ada 126 atlet yang mengikuti pertandingan dari 16 kota dan kabupaten. Mereka terbagi dalam kelas A dan B, putra maupun putri. Gunung Mas Puncak ini juga menjadi salah satu pionir olahraga paralayang di Indonesia,” ungkap Makmur.
Handy Purnama
Comment