KOTA DEPOK, CEKLISSATU.COM -- Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) melalui Tim Pengabdian Masyarakat menggelar edukasi Edukasi Tanaman Obat dan Pendampingan Budidaya Secara Akuaponik bersama warga Kelurahan Jati Padang, Jakarta Selatan, khususnya di komunitas pemulung. 

Kegiatan ini merupakan upaya mendorong kemandirian pangan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat prasejahtera perkotaan yang tinggal di kawasan rawan banjir.
 
Program pengabdian ini merupakan bagian dari pendampingan berkelanjutan yang didukung oleh Hibah Pengabdian Masyarakat Dosen UI Tahun 2025;

Baca Juga: Akselerasi Produktivitas UMKM Sepatu Mulyaharja: Transformasi Budaya Kerja, Inisiasi 5S Sekolah Vokasi IPB

melalui Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial Universitas Indonesia (DPIS UI), serta hibah dari Turkish International Cooperation and Development Agency (TİKA).
 
Jati Padang merupakan kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi yang secara periodik mengalami genangan air pada musim hujan, sehingga penerapan sistem pertanian konvensional berbasis lahan tanah menjadi kurang optimal. 

Di sisi lain, kawasan ini juga dihuni oleh komunitas pemulung yang menggantungkan penghidupan pada aktivitas pengumpulan dan pemilahan sampah, dengan tingkat kerentanan sosial dan ekonomi yang relatif tinggi. 

Baca Juga: Mahasiswa FISIP Unida Edukasi Warga Laladon untuk Cegah Stunting

Menanggapi kondisi tersebut, Tim Pengmas FFUI menginisiasi penerapan sistem akuaponik sebagai alternatif pertanian perkotaan yang adaptif terhadap keterbatasan lahan;

efisien dalam penggunaan air, serta berpotensi meningkatkan ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat setempat.

Ketua Tim Pengabdian, apt. Roshamur Cahyan Forestrania menjelaskan, akuaponik merupakan sistem budidaya terintegrasi antara ikan dan tanaman yang sesuai diterapkan di wilayah rawan banjir. 

Baca Juga: Mahasiswa Sains Komunikasi FISIP UNIDA Gelar Penyuluhan Lingkungan di SMA Prima Teladan Cianjur

"Melalui akuaponik, warga tetap dapat memproduksi sayuran dan ikan meskipun berada di lingkungan dengan keterbatasan lahan dan risiko banjir," ucapnya dalam keterangan resmi.
 
Selain akuaponik, kegiatan ini juga mengedukasi warga mengenai Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai apotek hidup

Akuaponik UI 2.webp
KEMANDIRIAN PANGAN: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) melalui Tim Pengabdian Masyarakat menggelar edukasi Edukasi Tanaman Obat dan Pendampingan Budidaya Secara Akuaponik bersama warga Kelurahan Jati Padang, Jakarta Selatan, khususnya di komunitas pemulung. FOTO: HUMAS UI

Sejumlah tanaman obat diperkenalkan kepada warga dan dilengkapi dengan pelat informasi berbasis QR code, sehingga kebun TOGA berfungsi sebagai sarana edukasi kesehatan yang mudah diakses dan berkelanjutan.

Baca Juga: UI Pastikan Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera Tetap Bisa Kuliah, 11 di Antaranya Prioritas Penerima Manfaat
 
Program ini turut mendorong pemanfaatan plastik bekas sebagai wadah tanam, sebagai bentuk kepedulian lingkungan sekaligus penerapan ekonomi sirkular di tingkat komunitas.
 
Terpisah, Dekan FFUI, Prof. apt. Silvia Surini mengatakan, kegiatan pengabdian masyarakat merupakan bagian penting dari peran universitas dalam menjawab tantangan nyata di masyarakat. 

"Pengabdian masyarakat Fakultas Farmasi UI diarahkan untuk menghadirkan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan," terangnya. 

Baca Juga: IPB University Kenalkan Teknologi Padi Salibu, Petani Bisa Panen hingga Tiga Kali Tanpa Tanam Ulang

"Program seperti akuaponik dan apotek hidup ini tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan dan kesehatan keluarga, tetapi juga membangun kemandirian dan kepedulian lingkungan masyarakat,” jelasnya.