BOGOR, CEKLISSATU.COM - IPB University memperkenalkan Teknologi Padi Salibu (Salinan Benih Ibu) kepada para petani di Kampung Cikamplong Desa Mekarjaya Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi.

Teknologi Padi Salibu itu dikealkan IPB university dalam program Dosen Pulang Kampung, yang diadakan sejak 27 Juni-7 Desember 2025.

Program Dosen Pulang Kampung IPB University, merupakan kegiatan yang mendorong para dosen untuk kembali ke daerah asalnya, dan berbagi ilmu demi pemberdayaan masyarakat

Baca Juga: Dospulkam IPB University di Sukabumi Hadirkan Padi Salibu, Dorong Peningkatan Produksi Hingga 115 Persen

Dalam program kali ini, dosen IPB University mengenalkan teknologi Padi Salibu, yang sebuah terobosan budidaya yang terbukti efisien, hemat biaya, dan meningkatkan hasil.

Padi Salibu merupakan metode budidaya, di mana tanaman padi mampu tumbuh kembali dan dipanen dua hingga tiga kali tanpa perlu dibajak atau ditanam ulang. 

Teknologi ini pertama kali dikembangkan oleh Balai Penelitian Tanaman Padi (Balitpa) Sukamandi, dan kini mulai diperkenalkan lebih luas oleh berbagai perguruan tinggi, termasuk IPB University.

Baca Juga: Takalar Targetkan Panen Padi 6 Ton per Hektar Untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Awalnya, metode ini populer di Sumatera Barat dan Sulawesi Selatan. Namun karena terbukti efektif dalam meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya tanam, kini teknik Salibu mulai diadopsi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Desa Mekarjaya yang menjadi lokasi penerapan terbaru.

Tim dosen dari IPB University memaparkan prinsip dasar dan manfaat padi Salibu dengan bahasa sederhana dan disertai demonstrasi langsung di sawah.

"Dengan teknik Salibu, petani bisa panen hingga tiga kali tanpa menanam ulang. Ini hemat biaya, hemat tenaga, dan hasilnya tetap bagus, ujar Resfa Fitri.

Baca Juga: Kementan Tingkatkan Produktivitas Pertanian Melalui Program Areal Tanam

Program Dosen Pulang Kampung IPB University menjadi bukti nyata bahwa ilmu dari kampus dapat berpadu dengan kearifan lokal untuk menciptakan perubahan positif.

"Dari Desa Mekarjaya, semangat inovasi ini tumbuh dan menyebar, mendorong petani Indonesia menuju pertanian yang lebih cerdas dan berkelanjutan," imbuhnya. 

Para petani diajak langsung ke lahan untuk melihat cara pemangkasan batang padi pascapanen hingga munculnya tunas baru dari batang lama. 

Baca Juga: Hidupkan Lahan Tidur, Bupati Bogor Rudy Susmanto Siap Libatkan Petani Tanaman Buah dan Hias

Salah satu petani, Dedi mengatakan, akan mencoba teknologi Padi Salibu itu di lahannya sendiri.

"Biasanya habis panen ya tanam lagi. Kalau bisa tumbuh lagi tanpa tanam ulang, tentu hemat tenaga dan biaya. Saya mau coba di sawah sendiri," ujarnya sambil tersenyum.

Selain memberikan pelatihan, tim IPB University juga membagikan mesin potong, pupuk organik, dan panduan teknis agar petani bisa langsung menerapkan metode Salibu secara mandiri di lahan masing-masing.

Baca Juga:  Akses Air Irigasi untuk Petani, Doni Maradona Siap Kawal Implementasi Program Irigasi P3A di Kabupaten Bogor

Berikut manfaat Padi Salibu bagi Petani

Dari hasil penelitian dan praktik lapangan, metode padi Salibu terbukti memberikan banyak keuntungan bagi petani:
1. Hemat Biaya Produksi
Petani tidak perlu membeli benih atau membajak sawah setiap musim. Penghematan bisa mencapai 30–40% dari total biaya tanam.
2. Efisien Waktu dan Tenaga
Karena tidak ada proses tanam ulang, petani bisa fokus pada perawatan dan pemupukan tunas baru.
3. Panen Lebih Sering
Dari satu kali tanam, petani bisa panen hingga dua hingga tiga kali dengan hasil yang relatif stabil.
4. Ramah Lingkungan
Tanah tidak rusak akibat pembajakan berulang, serta penggunaan bahan bakar untuk traktor berkurang.
5. Meningkatkan Kemandirian Petani
Petani dapat mengatur waktu tanam, panen, dan biaya operasional lebih fleksibel sesuai kondisi lahan mereka.

Baca Juga: Sejumlah Harga Sayuran Anjlok, Petani Kalongliud Kabupaten Bogor Tetap Bertahan Demi Ketahanan Pangan

Langkah-Langkah Menerapkan Teknik Padi Salibu

Berikut langkah-langkah yang perlu dilaksanakan agar hasil padi Salibu optimal:
1. Panen Pertama
Potong batang padi sekitar 2–3 cm di atas tanah, jangan mencabut akar atau membakar sisa batang.
2. Pemilihan Rumpun Sehat
Pilih rumpun dengan batang kuat dan banyak anakan sebagai calon Salibu.
3. Perawatan Awal
Setelah panen, jaga tanah tetap lembab dan biarkan tunas baru tumbuh dari batang lama.
4. Penyulaman dan Pembersihan
Setelah 7–10 hari, bersihkan batang mati dan lakukan penyulaman jika ada bagian sawah yang kosong.
5. Pemupukan dan Pengairan
Gunakan pupuk organik atau NPK secukupnya. Jaga ketinggian air agar tidak terlalu dalam.
6. Panen Kedua dan Seterusnya
Dalam waktu sekitar 90–100 hari, padi sudah siap panen kembali. Proses ini bisa diulang hingga rumpun tidak lagi produktif.