Padahal, tanpa strategi branding yang jelas, usaha bisa tertinggal dari competitor. Konsumen masa kini cenderung lebih percaya pada produk yang aktif dan transparan di media sosial. Mereka ingin melihat testimoni, proses produksi, hingga cerita autentik dari pemilik usaha. Semua itu menjadi nilai tambah yang membangun kepercayaan.
Menurut saya, branding digital seharusnya bisa dipandang sebagai investasi jangka Panjang, bukan beban tambahan. Pelaku usaha perlu mulai belajar, meskipun sederhana—misalnya dengan membuat konten rutin seminggu sekali, atau sekedar membalas komentar pelanggan. Perlahan tapi pasti, konsisten ini akan membentuk citra positif dan memperkuat posisi usaha di tengah persaingan pasar yang ketat.
Pada akhirnya, branding digital memang tantangan nyata, tapi bukan berarti mustahil ditaklukan. Dengan kemauan belajar, kreativitas, dan dukungan dari berbagai pihak, pelaku usaha bisa menajadikan media sosial sebagai kekuatan utama untuk bertahan sekaligus berkembang di era digital ini.
penulis: Azzah Hamidah
Mahasiswa Prodi Sains Komunikasi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Djuanda
Comment