KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU -- Masyarakat Kabupaten Bogor dihebohkan dengan informasi pengadaan enam kendaraan mewah bermerk Jimny di tengah tuntutan efisien bagi semua lembaga pemerintahan, termasuk Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor.
Namun, ternyata pengadaan kendaraan tersebut dilakukan pada tahun 2023 dan selama ini tidak efektif dalam pemanfaatannya.
Bahkan berkembang informasi kendaraan tersebut ada yang diganti warna flat nomornya yang seharusnya berwarna merah. Sehingga digunakan untuk kepentingan pribadi.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto melakukan langkah konkret dalam pengelolaan dan penyelamatan asset kendaraan tersebut dengan membrandingnya menjadi mobil pemerintah yang sangat mencolok dan didistribusikan kepada dinas yang membutuhkan.
Sehingga harapannya, tidak ada lagi aset pemerintah daerah yang berbentuk alat transportasi, dimanfaatkan oleh pribadi-pribadi yang berpotensi disalahgunakan, bahkan bukan tidak mungkin akan raib dari catatan inventarisasi aset pemerintah daerah.
Padahal sangat mungkin banyak dinas lain atau lembaga-lembaga sosial lainnya yang sangat membutuhkan kendaraan tersebut.
Bagi saya ini adalah langkah konkret dan langkah awal yang menarik dari Bupati Rudy Susmanto dalam mengelola dan mengamankan aset Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor. Sehingga langkah ini perlu mendapatkan apresiasi dari masyarakat.
Tentu ini bukan langkah besar dalam mengelola dan mengamankan aset pemerintah yang besar, namun langkah awal ini memberikan harapan terhadap pengelolaan dan pengamanan aset pemerintah daerah yang banyak tersebar di wilayah Kabupaten Bogor dalam berbagai bentuk, baik kendaraan, bangunan, tanah dan bentuk aset lainnya.
Baca Juga: Cegah Penyebaran HIV/AIDS di Bogor, Dinkes Ajak Lekas bersama FWBS Lakukan Ini
Sangat mungkin ketika diteliti di berbagai lembaga pemerintah yang tersebar di Kabupaten Bogor dari mulai tingkat desa sampai pemerintah daerah sudah banyak aset pemerintah yang sudah berpindah tangan, atau dalam penguasaan pihak lain, atau juga terbengkalai tidak produktif.
Padahal banyak sekali pihak-pihak lain yang membutuhkan aset tersebut untuk bisa menjadi lebih produktif, efektif dan efisien.
Aset tanah pemerintah daerah misalnya, informasi banyak yang menyebutkan tidak sedikit yang sudah dimiliki oleh orang per orang, dikuasai oleh perusahaan, HGU dan HGB yang sudah tidak lagi diperpanjang perizinannya, banyak tanah pemerintah daerah yang terbengkalai dan tidak produktif.
Padahal sangat mungkin banyak masyarakat yang ingin bertani, berkebun, beternak dan sebagainya namun tidak memiliki tanah. Maka alangkah baiknya Pemerintah Kabupaten Bogor hadir dalam rangka mengelola dan mengamankan aset pemerintah secara efektif dan efisien.
Oleh karena itu saya berharap Bupati Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Ade Ruhandi akan mampu mengelola dan mengamankan aset pemerintah dengan baik untuk kemaslahatan masyarakat.
*)Penulis: Yusfitriadi, Pengamat Politik yang juga Founder Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus).
Comment