Sementara itu, Wakil Ketua FAJI Kabupaten Bogor, Tedi Mulya Primawan yang akrab disapa Tedoy, menjelaskan bahwa peserta pelatihan berasal dari pelatih klub anggota FAJI serta guru-guru olahraga. Saat ini, FAJI Kabupaten Bogor membina lebih dari 20 klub arung jeram yang aktif melakukan pembinaan atlet.
“Nantinya peserta pelatihan ini berasal dari pelatih klub anggota FAJI dan guru-guru olahraga. Harapannya, ilmu dan lisensi yang didapat dapat diterapkan langsung di klub maupun di lingkungan pendidikan,” ungkap Tedoy.
Baca Juga: Wasit Asal Jepang, Yudai Yamamoto Dikontrak Full Time untuk Super League
Ia menegaskan, pelatihan lisensi ini menjadi bagian dari upaya FAJI Kabupaten Bogor dalam memperkuat ekosistem olahraga arung jeram agar terus berkembang secara profesional dan berkelanjutan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim PITOK, Neneng Nurhasanah, menilai bahwa pelatihan ini bukan sekadar peningkatan kapasitas teknis, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan olahraga arung jeram di Kabupaten Bogor.
“Pelatih adalah ruh dari proses pembinaan. Ketika pelatih dibekali ilmu, etika, dan standar keselamatan yang baik, maka atlet akan tumbuh dengan fondasi yang kuat. Pelatihan ini menjadi langkah penting dalam membangun prestasi sekaligus menjaga keselamatan dan kualitas olahraga arung jeram,” tuturnya.
Comment