JAKARTA, CEKLISSATU – Empat bangunan liar di Jalan Sumatera ditertibakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung, dan satu bangunan lainnya diberi imbauan, Selasa 9 Juli 2024.

Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Kota Bandung, Yayan Ruyandi mengatakan, Jalan Sumatera dikategorikan sebagai zona kuning, yang mengizinkan aktivitas berjualan, kecuali di titik-titik persimpangan 100 meter yang ditetapkan sebagai zona merah.

Yayan menambahkan, penertiban bangunan liar itu diawali dengan melayangkan surat peringatan pertama pada 25 Juni 2024. Diikuti dengan surat peringatan kedua pada 1 Juli 2024, dan surat peringatan ketiga pada 3 Juli 2024.

Baca Juga : Diwarnai Penolakan, 331 Bangunan Liar di Kawasan Gunung Mas Bogor Dibongkar Satpol PP

“Berdasarkan Perda No. 4 Tahun 2011 dan Perda No. 9 Tahun 2019 yang mengatur penataan PKL dan ketertiban umum, maka kita lakukan penertiban di kawasan Jalan Sumatera,” kata Yayan di Jalan Sumatera, Selasa, 9 Juli 2024.

Yayan menjelaskan, sepanjang Jalan Sumatera dikategorikan sebagai zona kuning, yang mengizinkan aktivitas berjualan, kecuali di titik-titik persimpangan 100 meter yang ditetapkan sebagai zona merah.

“Zona merah meliputi persimpangan Jalan Aceh, Jalan Belitung, Jalan Nias, Jalan Jawa, dan Jalan Natuna,” jelasnya.

Baca Juga : Tertibkan Bangunan Liar, Satpol PP: Jadikan Kota Bandung Tertib, Aman dan Nyaman

Penertiban bangunan liar di zona merah, kata Yayan, dilakukan secara bertahap.

“Sebagian PKL dan pemilik bangunan liar telah membongkar sendiri,  sementara Satpol PP memberikan pendampingan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kota Bandung, Bagus Wahyudiono menekankan pentingnya penegakan peraturan dengan pendekatan edukasi yang humanis dan melibatkan tim gabungan.

Baca Juga : Pasca Penertiban PKL di Puncak, 940 Ritasi Kendaraan untuk Membersihkan Hasil Bongkaran Puing dan Kayu

“Intinya, kita harus menegakkan peraturan dengan cara yang edukatif dan humanis,” ujar Bagus.

Bagus juga menambahkan, penertiban ini penting, mengingat Jalan Sumatera merupakan area yang rawan kecelakaan akibat kerumunan PKL.

“Selain karena perbedaan zona, area ini sering mengalami kecelakaan dan terdapat rumah dinas Kapolda Jawa Barat yang harus dijaga keamanannya,” jelasnya.

Baca Juga : Petugas Gabungan Sikat Habis APK Bacawalkot Tak Berizin di Kota Bogor, Masih Nekat Pasang Bakal Didenda

Dengan adanya penertiban ini, kata Bagus, diharapkan Jalan Sumatera dapat menjadi lebih tertib dan aman.

“Mengurangi risiko kecelakaan, dan meningkatkan kenyamanan bagi seluruh warga Kota Bandung,” tutup dia.