JAKARTA, CEKLISSATUSoal pernyataan Wakil Menteri Keuangan, Anggito Abimanyu terkait mobil Maung buatan PT Pindad (Persero) yang akan dijadikan kendaraan dinas menteri hingga Eselon I, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan klarifikasi.

Kabiro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Deni Surjantoro menyebutkan, pernyataan Anggito Abimanyu itu hanyalah contoh terkait penggunaan produksi dalam negeri.

Menurut Deni, pernyataan tersebut disampaikan Anggito dalam orasi ilmiah kegiatan internal Dies Natalis Ke-15 dan Lustrum III Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada 2024.

Baca Juga : Upacara HUT Ke-79 TNI di Monas Jakarta, Presiden Jokowi Inspeksi Pasukan Naik Maung Pindad

"Pernyataan tersebut disampaikan bukan dalam rangka sebagai perencanaan, namun dalam rangka memberikan contoh penggunaan produksi dalam negeri sebagai semangat untuk memperkuat dan mendukung industri dalam negeri," ungkapnya, seperti dikutip, pada Selasa (29/10/2024).

Deni menegaskan bahwa klairifikasi ini penting untuk disampaikan agar informasi yang beredar sesuai fakta, serta masyarakat bisa mengetahui koteks pernyataan Anggito.

"Demikian disampaikan sebagai klarifikasi sesuai fakta yang ada agar masyarakat mengetahui konteks dari pernyataan Wakil Menteri Keuangan tersebut," tandasnya.

Baca Juga : Retreat Kabinet Merah Putih Hari Pertama, Presiden Prabowo Subianto Ajarkan Kedisiplinan

Sebelumnya, Anggito menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan memfasilitasi para menteri dan seluruh pejabat eselon I dengan Maung buatan Pindad sebagai kendaraan dinas

"Minggu depan saya akan pakai mobilnya Maung itu, mobilnya Pindad itu," kata Anggito di Yogyakarta, Senin (28/10/2024).

Ia mengatakan, Presiden Prabowo menginginkan bahwa penggunaan mobil impor sebagai kendaraan dinas ditiadakan di era pemerintahannya.

"Pak Prabowo sudah bilang, minggu depan tidak ada lagi barang impor untuk mobil eselon I sama menteri, luar biasa," tuturnya.

Anggito juga mengatakan, mobil Maung dirancang oleh Profesor Sigit Puji Santosa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang juga Direktur PT Pindad dengan 70 persen menggunakan komponen dalam negeri.