Ia menilai bahwa tingginya biaya operasional tidak sejalan dengan penurunan laba yang terjadi.
“Harus ada strategi yang lebih baik untuk meningkatkan laba. Salah satunya melalui efisiensi belanja dan restrukturisasi kelembagaan,” tegasnya.
Restrukturisasi yang dimaksud mencakup pengurangan jumlah direksi dari tujuh menjadi enam, serta penyegaran jajaran pengurus sebagai bagian dari strategi pemulihan tahun 2025.
Selain itu, efisiensi besar-besaran mulai dilakukan, termasuk pemangkasan biaya promosi dari Rp400 miliar menjadi di bawah Rp100 miliar.
Gubernur juga menyoroti pentingnya fokus layanan dasar Bank BJB kepada ASN dan pemerintah daerah di Jawa Barat dan Banten, sebelum melakukan ekspansi yang lebih luas.
Ia menegaskan bahwa seluruh keputusan pengangkatan pengurus baru dilakukan secara profesional, tanpa campur tangan politik.
Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa pasar menyambut positif hasil RUPS kali ini, ditandai dengan peningkatan harga saham Bank BJB yang hampir menembus angka 900, naik signifikan dari kisaran 600–700 saat ia dilantik.
Comment