Selanjutnya, wadah direndam dalam air panas. Bukan untuk dramatisasi, tetapi untuk memastikan makanan yang masuk nanti aman, terutama untuk ibu hamil, menyusui, dan balita. 

"Tahap ini dilakukan tanpa mesin sanitasi mahal, hanya dengan disiplin dan air panas yang terus diganti," jelasnya.

Baca Juga: Kontingen Kabupaten Bogor Sabet 68 Medali di Kejurda NPCI Jabar 2025, Tegaskan Dominasi di Olahraga Disabilitas

Sementara itu untuk tahapan akhir, yaitu pengeringan. Ia menegaskan, di sinilah perfeksionisme relawan SPPG ditunjukkan. 

Di antaranya setiap wadah dilap satu per satu, setiap noda air diperiksa, dan setiap aroma dicek ulang. Kalau ada keraguan sedikit saja, wadah kembali dicuci sejak awal.

“Lebih baik kami ulang daripada ada keluarga makan dari wadah yang tidak sempurna,” ucap Faisal sambil menata wadah-wadah yang sudah kering di rak portioning area.

Baca Juga: Peduli Sesama, Pemkab Bogor Salurkan Rp1,2 M Bantuan bagi Daerah Terdampak Bencana di Sumatra

Proses pencucian wadah ini tampak sederhana. Bahkan banyak warga mungkin tidak pernah memikirkannya. Tetapi justru di sinilah kualitas SPPG dijaga, makanan sehat hanya bisa lahir dari wadah yang benar-benar layak.