BOGOR, CEKLISSATU - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap penyebab hujan badai yang menerjang Kota Bogor, Jawa Barat, pada Senin 19 Juni 2023. Hujan badai yang terjadi pada pukul 14.30 WIB itu telah menimpa tujuh mobil.

"Penyebab hujan badai di kota Bogor siang (kemarin) sekitar pukul 14.30 WIB terpantau dari radar SANTANU karena efek badai Bow-Echo yang terbentuk seperti bumerang. Hujan deras disertai angin kencang bahkan ekstrem (wind gust) terbentuk pada area sepanjang arah panah," kata Peneliti Klimatologi BRIN Erma Yulihastin mengutip dari akun twitternya, Selasa 20 Januari 2023.

Selain bow-echo juga terbentuk squall line (hujan pola memanjang) yang terbentuk di Cibinong dan memanjang hingga area Tangsel. Namun squall-line tidak disertai angin kencang

"Cuaca ekstrem dengan dampak buruk di kota Bogor ini didukung oleh kondisi gangguan cuaca pada skala sinoptik yaitu terdapat aktivitas pertemuan gelombang Kelvin dan Rossby di barat Indonesia (kotak hitam) serta BSISO1 yg sedang menguat pada fase 3," kata dia.

Sebelumnya, sebanyak tujuh mobil rusak tertimpa pohon tumbang di area parkir Jalan Buldozer, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Senin 19 Januari 2023 siang.

Pohon itu roboh terhempas angin kencang saat Kota Bogor dilanda hujan deras disertai petir sekitar pukul 14.30 WIB.

Tak ada korban jiwa saat peristiwa terjadi, namun tujuh kendaraan roda empat yang sedang parkir ringsek bagian atap dan kaca pecah.

Mobil yang tertimpa pohon tumbang di antaranya Daihatsu Terios, Kijang Inova, mobil boks Daihatsu Grand Max, satu unit mobil sedan. Kerusakan parah terjadi pada bagian atap dan kaca mobil pecah.

"Dari tujuh mobil, 2 unit rusak berat. Kendaraan itu tertimpa saat parkir," ujar Kepala BPBD Kota Bogor Theofilio Patricio Freitas.