Disnaker juga mengalokasikan pelatihan khusus bagi penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif.
Kepala Disnaker Bontang, Abdu Safa Muha, menuturkan bahwa bantuan modal usaha yang diberikan bukan hanya berupa uang tunai, tetapi juga dibarengi dengan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan bagi peserta.
“Kami ingin ini menjadi langkah awal yang kokoh untuk pelaku usaha kecil agar mampu berkembang dan menciptakan lapangan kerja baru,” jelasnya.
Baca Juga: Bukti Perlindungan Nyata: BPJS Ketenagakerjaan Kembali Salurkan Santunan kepada PMI Meninggal Dunia
Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci keberhasilan program ini agar benar-benar berdampak di masyarakat.
Dukungan serupa juga datang dari Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bontang, Arvino. Ia menyatakan bahwa program bantuan modal usaha ini sejalan dengan inisiatif Inclusive Job Center (IJC) yang digagas BPJS Ketenagakerjaan untuk membuka akses yang lebih luas bagi pekerja disabilitas.
“Program seperti ini dapat menghapus hambatan dalam akses dan partisipasi di dunia kerja, sehingga semua individu bisa terlibat secara setara di pasar tenaga kerja,” ujar Arvino.
Comment