BOGOR, CEKLISSATU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mencatat ada sebanyak 5.842 KK di
wilayahnya akan tergusur, dampak dari pembangunan Bendungan Cibeet dan Cijurey.
Jumlah tersebut tersebar di tiga kecamatan. Yakni Cariu, Tanjungsari dan Kecamatan Sukamakmur.
Untuk Bendungan Cibeet yang meliputi dua kecamatan yakni Kecamatan Cariu dan Tanjungsari itu akan berdampak pada sebanyak 5.697 KK. Jumlah itu tersebar di Desa Bantarkuning, Cariu, Cibatutiga, Cikutamahi, Karyamekar, Mekarwangi Kecamatan Cariu dan Desa Antajaya, Tanjungrasa di Kecamatan Tanjungsari.
Baca Juga : Bendungan Cibeet- Cijurey di Kabupaten Bogor Dibanderol Rp8,9 Triliun
Sementara untuk Bendungan Cijurey, itu akan berdampak kepada sebanyak 127 KK yang tersebar di Desa Karyamekar Kecamatan Cariu, kemudian di Desa Sukadamai dan Sukaharja Kecamatan Sukamakmur serta Desa Selawangi di Kecamatan Tanjungsari.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan,
pembangunan Bendungan Cibeet dan Cijurey itu sudah tertuang di dalam RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) kita di tahun 2016 yang artinya lokasi pembangunan itu sudah ditentukan.
Karenanya, kata dia, saat ini Pemkab Bogor tengah melakukan persiapan untuk pembangunan dua bendungan tersebut.
"Secara definitif pembangunan Bendungan Cibeet dan Cijurey itu sudah tertuang di dalam RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) kita di tahun 2016. Artinya sudah ditentukan bahwa di situ akan dibangun waduk atau bendungan. Nah saat ini kita proses adalah mendefinitifkan batas-batasnya (wilayah terdampak)," ungkap Ajat kepada wartawan, Senin 25 September 2023.
Menurutnya, persiapan tersebut harus dilakukan segera oleh Pemkab Bogor mengingat kajian pembangunan tengah dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat.
"Ketika sudah keluar (kajiannya) maka kita tampakkan di revisi tata ruang saat ini, jadi sudah terakomodir. Jadi kalau sudah didefinitifkan itu berarti luasnya sudah ada, tanahnya sudah ada," jelasnya.
ERUL
Comment