BOGOR, CEKLISSATU - Bupati Bogor Iwan Setiawan meminta Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Bogor untuk segera mengeluarkan surat edaran waspada bencana pasca kejadian longsor yang menewaskan pasangan suami istri (pasutri) di Dramaga.
Menurutnya, edaran tersebut merupakan langkah mitigasi yang bisa dilakukan saat peralihan musim mulai terjadi. Apalagi tak sedikit rumah warga di Kabupaten Bogor yang berada di lokasi rawan bencana.
"BPBD harus segera buat edaran bahaya bencana, lakukan mitigasi. Jangan sampai apa yang telah terjadi (di Dramaga) itu terulang," kata Iwan, Selasa 28 November 2023.
Baca Juga : Bupati Berikan Bantuan Biaya Tahlilan Korban Bencana Longsor di Dramaga
Iwan mencontohkan rumah pasutri yang meninggal dunia tertimbun longsor di Kampung Sempur Bates RT 01/ RW 04 Desa Petir, Kecamatan Dramaga.
Pada saat meninjau lokasi tersebut, dia melihat tak sedikit rumah yang lokasinya membahayakan. Berada di dekat tebingan tanpa diperkuat dengan tembok penahan tanah (TPT).
"Cukup prihatin, (kemarin saya lihat) banyak rumah-rumah yang lokasinya sangat berbahaya. Bencana harus diminimalisir. Maka BPBD termasuk kecamatan dan desa, harus aktif lakukan mitigasi," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, pasangan suami istri (Pasutri) di Kampung Sempur Bates RT 01/ RW 04, Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, ditemukan tewas tertimbun material longsor.
Keduanya adalah Rohmat (38), seorang ustad di kampung tersebut bersama sang istri bernama Eva Nurhasanah (35).
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Mohamad Adam Ramdani mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu saat hujan deras turun sedari sore.
"Dikarenakan hujan deras cukup lama sehingga mengakibatkan tebingan setinggi kurang lebih 8 meter, menimpa rumah (korban)," ungkap Adam.
ERUL
Comment