BOGOR, CCEKLISSATU – Cegah bencana pohon tumbang, terutama di musim peralihan, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor lakukan mitigasi dengan melakukan pemeliharaan pohon-pohon yang kondisinya rindang.
Kepala Bidang Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Disperumkim Kota Bogor Devi Librianti mengatakan, untuk memitigasi bencana pohon tumbang, pihaknya secara rutin melakukan pemeliharaan dengan memangkas dahan-dahan pohon yang sudah rimbun, dan memotong pohon yang dinilai rawan tumbang.
“Disperumkim sudah melakukan pemangkasan dari pohon-pohon yang rawan tumbang, kecuali memang kalau angin besar resikonya pohon sekuat apapun akan tetap patah, kalau yang banyak kejadian memang mungkin masih ada yang luput atau belum terjadwalkan sudah terlanjur patah,” kata Devi, Kamis 7 November 2024.
Baca Juga : Menghadapi Resiko Pohon Tumbang, Pemkot Bogor Relokasi Kabel Udara ke Bawah Tanah
Untuk pohon rawan tumbang atau yang ber-KTP merah , kata Devi, pihaknya secara rutin melakukan pemeliharaan, dan terus melakukan pengecekan ulang terhadap status KTP merah.
Dia menambahkan, untuk pohon rawan tumbang atau yang ber-KTP merah, tidak harus dilakukan penebangan, tetapi bisa juga dengan mengurangi ketinggian, guna mengurangi resiko pohon tumbang.
“Kami terus data pohon-pohon yang rawan tumbang, belum tentu kami tebang. Kecuali jika sudah membahayakan, baru kami lakukan penebangan,” jelas Devi.
Baca Juga : Disperumkim Kota Bogor Siapkan Langkah Antisipasi Pohon Tumbang, Imbau Warga Hindari Jalan Rawan
Keberadaan pohon-pohon besar dan rindang di Kota Bogor banyak ditemui khususnya di sepanjang Jalan Pajajaran, Jalan Ahmad Yani, Jalan Semeru dan beberapa ruas jalan protokol lainnya.
“Masyarakat juga diimbau untuk menghindari berteduh di pohon-pohon besar saat terjadi hujan, untuk mencegah dampak dari potensi pohon tumbang,” tutup dia.
Comment